Friday, March 8, 2013

Dengarkan aku Jho... kita bukan dari planet bumi


Note: apa yang kalian baca, janganlah mempengaruhi sedikitpun dalam pemikiran kalian... anggaplah torehan tak berarti ini, hanyalah pepesan kosong belaka... tanpa tendensi apapun, dalam Jhonna menyirat dan menyuratkannya,

----------------------------------------------------------------------

Untuk yang tersayang, sahabatku...  El-Yariel.
aku sengaja meng-upload kisah-kisah kita, semua kisah yang pernah kita alami...
sekian waktu lamanya... dan kini... sepertinya usahaku sia-sia untuk menemukan keberadaan dirimu...

Tanpa mengurangi rasa hormat...
dan untuk mengenang keberadaanmu, dalam pikiranku...

kepadamu sahabatku...

----------------------------------------------------------------------

Sejak pristiwa kepergiaanmu yang tanpa pamit itu, aku sungguh sangat bersedih...

Yariel...
Maafkan aku, saat itu terjadi pertengkaran hebat diantara kita...
karena keegoisanku... dirimu terdiam, dan memalingkan wajah dariku, disore hari diteras depan rumahku...

Yariel, bukannya aku tidak mau percaya akan setiap kata-kata darimu..
bukannya aku tidak mau mempercayai gambar-gambar tangan,
yang kau torehkan pada lembar demi lembar kertas putih ini...

dan bukannya aku tidak mau menatap kembali wajahmu,melihat kedalam matamu...
bukan..., bukan itu Yariel...

yang engkau ungkapkan, pada saat itu... terlalu berat untuk anak seumuran aku, yang baru duduk di kelas 3 SMP... Yariel... bukankah dirimu menyadari itu...
aku baru kelas 3 SMP waktu itu...

aku juga tidak tahu dari mana asalmu, dan kemana pergimu sampai saat ini....
dan.... maafkan aku...

apabila aku menganggapmu seorang yang gila...
seseorang yang meracau tidak jelas...
seseorang yang menggambar akan sesuatu yang... yahhh... aku tidak mengetahui itu
dan... engkau seperti seseorang yang membuatku aneh...

pernahkah engkau ingat??
berapa banyak anak yang mengira aku sudah gila, mengira aku sudah tidak waras...
mengira aku mengalami gangguan otak? atau tekanan jiwa...
aku mohon Yariel maafkan aku.... mereka memberikan tekanan, dan merentangkan jarak diantara kita...

karena apa???
Karena... kehadiranmu... tidak diketahui oleh mereka semua, bahkan orang tuaku...
Yariel...
aku juga tidak tahu, mengapa demikian...
padahal aku dapat dengan jelas melihatmu...
dengan jelas bisa memegang tanganmu...
dan merasakan lembutnya rambut pirang panjangmu...

Mengapa mereka semua tidak bisa melihat, betapa cantiknya dirimu, putihnya kulitmu... bagaikan pualam yang memantulkan cahaya rembulan... kilauan rambut pirangmu...
dan baju yang sangat aneh, yang tidak biasa yang engkau kenakan... baju putih nan lembut, seperti sutra yang paling mahal....

dan aku cukup tertekan, dengan keadaan saat itu Yariel, namun engkau tidak menghiraukan itu semua
engkau terus saja berkata-kata, dan meminta diriku mendengarkan perkataanmu...
namun aku tidak mengerti apa yang kamu katakan...

yang aku ingat hanyalah beberapa ucap kata darimu...
yang engkau ulang-ulang..
tata surya, bumi, galaksi, alam semesta, planet asal kita....

planet asal muasal segala ciptaan...

dan aku tidak mengerti semua maksudmu... El-Yariel..
aku tidak mengerti maksudmu....

----------------------------------------------------------------------

Yariel...
kedatanganmu yang tidak terduga...
saat engkau datang kerumahku... dalam keadaan yang tidak terduga...

Satu hal yang sangat aku ingat, pada sore hari di ruang tamu...
dengan nyala lampu cukup terang, dan hujan geremis mengiringi kita di luar rumah.

"Dengarkan aku Jho.... kita bukan dari planet bumi"

Kita... saat itu engkau berkata "Kita??"
bukankah engkau memang bukan makhluk bumi Yariel?

katamu, engkau tinggal di awan-awan, yang membentang dicakrawala?
dan aku teringat..... malam itu, engkau menunjukkan kepadaku.. rasi bintang orion atau kami bilang waluku...
dan dirimu bersikukuh kalau kampung halamanmu adalah pada salah satu planet di tata surya pada konstalasi orion? dan kamu belum bisa kembali pulang...

dan ...
mengaka dirimu berkata "kita"
aku adalah manusia bumi, dilahirkan dari rahim ibuku di bumi...
dan aku sangat berbeda denganmu Yariel...

aku tidak bisa berpindah-pindah dimensi dengan enaknya, sepertimu...

sore itu engkau kembali menggambar, dan membuat suatu peta perjalanan untuk kita pulang ke kampung halaman kita... kita semua makhluk alam semesta ini... perkataanmu waktu itu, sangat mengherankan bagiku...

Engkau berulang-ulang kali berkata...
kalau semua makhluk semesta, berasal dari sebuah planet maha murni, asal muasal segala materi bernyawa...

dan setiap kita menyebutnya dengan bernagai macam bahasa...
"Nirwana, Surga"

dan pada akhirnya kelak... kita semua akan kembali ke sana...
kita semua.... katamu sangat memaksa

Peta perjalanan yang engkau gambar,
sungguh membuatku tidak mengerti...

saat kita harus "berlayar" dari bumi, keluar dari tata surya "Sol", Keluar dari galaksi "Bima Sakti" keluar dari lokal sistem, mayor sistem, dan semua itu membuatku sangat tidak mengerti...

aku sangat tidak mengerti....

dan pertengkaran hebat, terjadi pada kita...
semua yang telah kau gambar... aku sobek, dan aku hamburkan di hadapanmu...
aku pergi meninggalkanmu... di ruang tamu...

dan sejak saat itu... aku tidak pernah menjumpaimu kembali...

El-Yariel....
maafkan aku.... atas perlakuanku saat itu...
harusnya engkau menyadari... bahwa usiaku masih muda...
saat itu aku baru duduk di bangku kelas IX SMA, harusnya kau sadari itu....
dan pertemanan kita selama 3 tahun, harus terpisah dengan kesedihan...


----------------------------------------------------------------------

waktu terus berlalu...
usiaku terus bertambah...
begitu pula pengetahuan yang aku dapat..

namun kenangan-kenangan tentangmu.... tak pernah lekang oleh waktu...

Yariel... saat aku kuliah... tepat di ujung rak perpustakaan, pada rak buku "Spiritualitas"
aku menemukan sebuah buku yang amat tebal...
dengan nama "Urantia"

dan lembar demi lembar buku itu,
mengingatkan aku, tentang segala yang pernah dirimu ucapkan padaku...
iya... segalanya....

saat ini aku merindukan kedatanganmu Yariel...
gadis cantik berambut pirang keemasan....

saat aku merindumu... aku tatap kelangit malam, melihat konstalasi orion-Sang Pemburu


aku percaya, kelak kita akan berjumpa lagi...
karena...
"Kita semua akan pulang ke planet asal kita"






















Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------