Friday, August 22, 2014

Bagaimana menjadi pengamat UFO yang baik, bagi pemula.

Penampakan UFO yangberhasil di tangkap
jepretan kamera -- Lokasi Blok M Jakarta
source klik
Generasi modern seperti saat ini, mungkin tidak lagi memperhatikan sesuatu disekitarnya, oleh karena budaya gadget yang tidak pernah lepas dari tangannya, dan juga mata beserta pikirannya. Sehingga kita kurang care terhadapfenomena-fenomena disekeliling kita. Padahal, bisa jadi ada sebuah fenomena UFO di sekitar kita, bisa jadi ada UFO yang melintas di jalan, di sawah, di danau, di pasar, atau bahkan di pinggir kali. Jika kita tanggap dan sigap, maka bisa jadi, kita adalh orang yang berhasil mengabadikan gambar/ foto UFO, atau bahkan memberikan informasi detail kepada yang bersangkutan, alhasil kita bisa dilipun media deh… hhahaaha… terkenallah kita !!!
Nah untuk itulah ….. kali ini Jhonnastudio memberikan beberapa tips dan trik singkat, untuk menjadi Pengamat UFO bagi Pemula.

Yehezkiel diajak ke pangkalan koloni Makhluk Langit, dari Khaldean ke Himalaya !??

Yehezkiel Melihat Wahana Antariksa 
source klik

Mungkin kita dibuat berdecak kagum dan bahkan heran, mendapati adanya fakta-fakta menarik tentang kontak alien dengan manusia bumi, yang dapat kita temukan bahkan dalam tulisan-tulisan yang kita anggap suci (kitab suci keagamaan). Seperti yang saya posting kali ini, yaitu dalam Kisah Yehezkiel. Bagi kita yang memeluk agama Yahudi ataupun Kristiani, pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Yehezkiel adalah seorang suci (diangkat dan diberi gelar sebagai seorang Nabi Israel), atau disebut utusan Tuhan, yang bertugas sebagai pembawa pesan illahi kepada umat manusia, terkhusus bagi umat Israel kala itu. Diperkirakan Yehezkiel pernah hidup pada 600 tahun sebelum masehi. Di zaman saat Yehezkiel bertugas, pada saat itu kerajaan Israel mengalami masa-masa yang sulit, yang mana Negara ini sedang dijajah oleh  Bangsa Babilonia, dan beberapa diantara Rakyat Israel harus mengalami nasib kurang beruntung saat mengalami pembuangan ke negeri Babel, menjadi seorang budak dan menjadi tawanan perang.
Kontak pertama dengan makhluk langit (angkasa luar; antariksa.red), diawali pada saat peristiwa langit terbelah, dan terlihat “suasa mengkilap” yang masuk ke atmosfer bumi disertai perubahan cuaca ektrim, adanya angin kencang dan juga petir yang menyambar-nyambar. Dari dalam suasa itu, atau wahana terbang itu, terdapat empat makhluk bersayap, yang masing-masing wajah mereka menyerupai: lembu, burung rajawali, singa, dan anak manusia. Pada bagian dalam (dada) mereka terlihat sesuatu seperti suluh (nyala api) yang aktif bergerak (bisa jadi itu semacam energy aktif penunjang hidup makhluk asing tersebut). Sedangkan dikisahkan oleh Yehezkiel, wahana terbang lintas planet (wahana antariksa.red) tersebut berbentuk seperti bola, yang dipermukaannya terdapat tonjulan-tonjolan yang disebut seperti “mata”. Wahana terbang tersebut dapat bergerak ke segala penjuru, dapat menggelinding di darat, dan juga terbang perlahan mengambang di angkasa. (1)

Wednesday, August 20, 2014

Pawai Pembangunan Memperingati HUT RI yang ke-69 Kabupaten Blora Tahun 2014


Gempita perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia Ke-69 juga memberikan semarak tersendiri bagi Kota Tempat Tinggalku, yaitu Kota Blora tercinta. Ditengah suasana terik matahari yang sangat menyengat, udara panas tak tertahankan tidak menghentikan niat dan semangat daripada peserta Pawai Pembangunan siang ini, hari Rabu 20 Agustus 2014. Pawai yang kurang lebih dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan garis start di depan Rumah Dinas Kabupaten, dan diakhiri di Gedung DPRD Blora. Melalui rute yang agak jauh, yaitu: Aloon-aloon Kota Blora, berjalan ke arah Timur melalui Jl. Pemuda, Melalui bundaran Tugu Pancasila ke arah Selatan, menuju SMP Negeri 2 Blora, kemudian melaju ke arah Barat melalui Jalan Kolonel Sunandar sampai dengan perempatan Jalan Nusantara, melaju ke Utara melalui jalan Nusantara menyebrangi perempatan Panin Bank, ke arah Utara melaju terus ke Jalan K.H Ahmad Dahlan, kemudian ke arah Timur, melalui tanjakan aloon-aloon ke arah Utara melalui Jalan Gunung Wilis, disambung ke arah Timur melalui Jalan Dr. Sutomo, dan sampailah dipertigaan Kejaksaan dan berbelok ke Utara, mnuju ke Gedung DPRD Blora. Para peserta pawai dilepas dari depan Rumah Dinas Bupati, disana menampilkan atraksi terbaik masing-masing, dan dilanjutkan atraksi kedua dipertunjukkan di depan podium bertempat di depan Kantor Setda Jalan Pemuda.

Masyarakat Jawa Kuno, Kontak dengan Alien dari Bulan - Kajian Kisah Nawang Wulan

Benarkah Nawang Wulan adalah Alien??


Aku sangat yakin, bahwa Nawang Wulan adalah alien, atau makhluk cerdas, yang telah berperadaban lebih maju, berkebudayaan yang maju dengan teknologi yang super canggih daripada peradaban manusia Bumi. Nawang Wulan, pasti memiliki koloni yang berada di Bulan, lebih tepatnya berada di sisi gelap bulan (Dark Side of the moon) atau bahkan di dalam "Rongga Bulan", dengan peradaban yang super canggih, koloni tersebut berhasil menyebrang ke planet-planet lain, dan melakukan kontak dengan masyarakat planet lokal setempat, termasuk kontak dengan manusia bumi. Kontak itu pernah terjadi, saat Jaka Tarub dengan tidak sengaja mengintip Nawang Wulan saat mandi di dana Toyawening, bahkan menghasilkan putri hubungan kawin campur antar ras-planet. Namun, alangkah bodohnya kita, kita tidak lekas sadar, dan hanya menganggap kisah Dewi Nawang Wulan, sebagai kisah dongeng/folklore samata, dan terlelap tertidur setelah kisah tersebut selesai dibacakan.

Tuesday, August 19, 2014

Sudah benarkah persembahan kita, kepadaNya?



::: picture source: klik:::
Sebagai masyarakat beragama, pastinya kita tidak lepas dari istilah persembahan, yang adalah ungkapan syukur kita atas berkat dan anugerah dari Yang Esa. Bahkan bagi sebagian kita persembahan menjadi tiang utama dalam sebuah ritual keagamaan. Ada pula yang mempunyai kepercayaan bahwa, jika kita tidak bersembah maka akan dilaknat oleh Yang Kuasa. Tidak dipungkiri, adanya keakuan dalam melakukan persembahan yang terselip di dalam ritual, ada juga keinginan untuk disorot oleh masyarakat banyak dalam melakukannya, tak jarang hal tersebut menjadi jurang pemisah antara kaum yang mampu bersembah dan yang tidak mampu melakukannya. Di lain sisi, ada juga kaum fondamentalis yang bahkan lebih ektrim memaknai soal persembahan kepada Tuhan. Kaum ekstrimis ini percaya bahwa: persembahan yang benar adalah dengan mengkorbankan nyawanya demi Tuhan, dan berjalan di jalan Tuhan?! Benarkah demikian??

Nah, dari beberapa realita yang ada diatas, bagaimanakah sebaiknya sikap kita? Dari sinilah pembahasan dimulai, dalam bingkai persembahan yang benar, yang layak diberikan kepadaNya.

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------