Tuesday, February 19, 2013

Ayo Ke Mahameru Blora


Siang itu cuaca mendung merundung Kota Blora dari sejak pagi hari. Aku baru sedikit pulih dari sakit Thypus yang kuderita selama tiga hari badrest di rumah.  Kupikir bosan juga berada di rumah, dan semua film yang diberikan Erik, sudah aku lahab habis selama tiga hari. Akupun memutuskan untuk pergi keluar rumah, untuk berkunjung ke Museum Mahameru di Pusat Kota Blora. Tak lupa aku ajak sobat ku, Erik, untuk pergi kesana, kebetulan kami berdua sedang tidak ada kerja siang itu.

Setelah membuat janji dengan Mbak Hesti (salah seorang pengelola Museum), kamipun berangkat, mengunjungi museum dengan rasa penasaran berkecamuk. Dan, akhirnya, tibalah kami di Museum Mahameru, yang berlokasi di area Taman Rekreasi Kolam Renang Tirtonadi.

Diluar dugaanku, Museum Mahameru menyuguhkan warna baru, memberikan nuansa prasejarah, dan  juga sejarah ditengah kemodernan jaman yang semakin menggerogoti jati diri bangsa.

Thursday, February 7, 2013

Avatar - Living things on the planet Pandora


Teman, kalian sudah pernah nonton film Avatar kan?, gimana... lupa ya??
kalo lupa aku ingatkan sedikit. Avatar adalah film Hollywood yang disutradarai oleh James Cameron. Yang mengkisahkan suatu konflik di suatu satelit alami (planetoid), bernama Pandora. Pandora adalah suatu satelit alami daripada planet Polypheus yang layak huni, yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup kompleks, yang mampu menunjang kehidupan yang ada di dalamnya. Tingkat kehidupan di dalam Pandora telah mencapai ke suatu tingkatan "Tribal Stage", atau masuk dalam peradaban kesukuan.

Meskipun Avatar termasuk dalam kategori film science fiction, namun membuat imajinasi pemirsa terbang tinggi, membentuk suatu spekulasi baru, sehingga bermunculan pradugaan sederhana dari masyarakat awam penyuka film Avatar.


Pada kesempatan ini, Jhonna Studio ingin berbagi informasi seputar kehidupan di planet Pandora. Mari kita telusuri bersama-sama.

Pandora
Pandora terlihat melintasi orbitnya, berevolusi
terhadap Polypheus
Pandora adalah salah satu satelit alami (dari ketiga belas lainnya), yang berevolusi terhadap planet Gas Raksasa, yaitu Polyphemus. Ukuran Pandora kurang lebih sama dengan Bumi, namun gravitasi di Pandora lebih ringan dibanding di bumi. Berbeda dengan planet pusat orbitalnya yang tak berkehidupan, Pandora berada pada posisi yang tepat sebagai tempat berkehidupan. Selain berevolusi pada Polyphemus, Pandora ini juga ikut berputar (bersama Polypheus) pada orbit Alpha Centauri A (Pusat Tata Surya orbital Polyphemus)


Wednesday, February 6, 2013

Ilmuwan VS Agamawan



Para ilmuwan dunia berspekulasi, bahwa alam semesta kita, sampai saat ini terus berkembang. Mengembangkan dirinya, memperluas dimensi, dan melakukan pembentukan embrio-embrio baru, bagi kelahiran galaksi-galaksi baru, konstalasi bintang-bintang baru, dan juga segenap benda-benda angkasa yang melengkapinya. Kemungkinan besar, alam semesta juga melahirkan kehidupan-kehidupan baru, sebagai pengelola habitat-habitat baru yang telah terbentuk, dengan sitem yang berkesinambungan.

Namun tak pelak, teori baru kontoversial ini di sanggah oleh para agamawan konservatif yang notabene menganggap diri mereka berdiri di dasar yang kuat dan "paling" benar. Kaum agamawan ini membantah keras pernyataan para ilmuwan tersebut. mereka bersikukuh pada ajaran agama, yang mengatakan bahwa semesta adalah konsisten dan tetap pada posisinya, apa adanya dan tidak ada yang berubah, sesuai ketentuan kalimat-kalimat suci, yang tertuang dalam dokumen-dokumen suci. Paradigma lama ini, membuat agamawan menjadi kaum yang kolot, dan ortodok yang tidak mau menerima kemungkinan-kemungkinan baru.

Friday, February 1, 2013

Extraterrestrial Animal (Hewan Luar Planet Bumi) - Part III

Hai, sobatJhonna and alfaLovers...
kali ini JhonnaStudio ingin memposting beberapa hewan luar bumi, yang berhasil diperoleh dari penjelajahan alam semesta...

pada ekspedisi kali ini, JhonnaStudio berhasil mendokumentasikan beberapa satelit alam, yang ternyata secara alamiah dapat menyediakan tempat hidup bagi makhluk-makhluk yang ada di dalamnya...
dan inilah dia, makhluk yang berhasil hidup ditengah perkembangan evolusi, dalam lingkungan hidup satelit alami...



Cockfurry benandotrop
Furry, termasuk dalam klasifikasi reptilia peralihan menuju mamalia.
Makanannya adalah hewan-hewan kecil yang bersembunyi dalam liang tanah.

Furry bertahan hidup dalam kondisi iklim yang sangat fluktuatif.
oleh karena satelit alami, tempat tinggal furry, pada posisi orbit tertentu berada dekat dengan salah satu bintang (pusat tata surya-nya)

kondisi lingkungan hidup yang berpasir gurun, membuat koloni Furry berpindah-pindah tempat dalam mencari sumber kehidupan.













Sealonni webruw
 Webru, mirip dengan sealion ataupun seaelephant yang ada di bumi.
mereka berkoloni dengan jumlah yang besar, satelit alam tempat mereka tinggal, merupakan tempat yang cukup ramah bagi koloni Webru. Ikan-ikan kecil menjadi makanan utama mereka.

tapi tidak jarang bagi mereka, untuk mengkonsumsi rumput laut, ataupun tumbuhan-tumbuhan liar di pantai



Peccaco nemorroa

Cacco, aves cantik ini sungguh beruntung, oleh karena habitat tempat dia tinggal telah mencpai tingkatan yang cukup baik, dalam menunjang kehidupan makhluk di dalamnya

Cacco burung yang indivisualis, dan suka menyendiri.
Dan ketika telah waktunya untuk kawin, mereka akan mencari pasangannya dengan suatu tarian khas Cacco yang sungguh indah.

Cacco tergolong burung yang monogami, artinya satu pasangan untuk selamanya.

siklus kawin Cacco hanya berlangsung sekali dalam setahun (setahun dalam hitungan revolusi, satelit alam habitat Cacco)






Tsunodo firiyata

Nodo atau bisa disebut juga Dodo, tergolong dalam klasifikasi Reptilia berparuh keras. Reptil ini memiliki kekhasan yaitu ekornya yang berselang-seling seperti tikus bumi. Gunanya sebagai alat untuk memancing mangsa Nodo.

Nodo berkoloni dengan kawanan kecil, yang terdiri dari masing-masing 4 betina, dan dipimpin oleh seeokor pejantan.

Ketika Nodo jantan beranjak dewasa, Nodo ini harus membentuk kelompok baru, dan membuat sarang baru sebagai tempat bertelur bagi Nodo-nodo betina.






Gironuss plakis
Ronus, ditemukan tidak sengaja, saat pemerintahan semesta meluncurkan robot ekspedisi kedalam palung laut luas, satelit alam ke-6 (terbesar), dari planet Gunemorus.

Ronus merupakan reptil raksasa purba, yang bertahan hidup ditengah kondisi lingkungan yang berat.

Lingkungan satelit alam yang berair ( 85% perairan, dan 15% daratan), membentuk struktur tubuh Ronus tercipta sebagai perenang yang handal.

Makanan ronus adalah jasad renik, zooplankton, dan tumbuhan-tumbuhan laut.


--->>>oOo<<<---



Beberapa hewan luar bumi yang bisa kita pelajari hari ini...
nantikan penemuan-penemuan selanjutnya...




Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------