Monday, April 7, 2014

Nilai Budaya atau Nilai Agama??




Kita belum sepenuhnya sadar, kita masih dalam separuh kesadaran.
Yang kita anggap benar saat ini, belum lah kebenaran yang sejati.

Jika kita belum tahu apa itu KEBENARAN, dan kemudian kita melakukan KESALAHAN, 
maka kita dalam posisi yang benar
Karena kita TIDAK TAHU APA YANG KITA PERBUAT...
Namun,,
Jika kita sudah mengetahui KEBENARAN, dan kemudian kita menyelewengkan hati, untuk melakukan dan bertindak yang SALAH,
maka kita dalam posisi yang BEBAL, dan sudah barang tentu kita SALAH !!!
Karena hanya orang BEBAL-lah yang tau KEBENARAN, namun tetap melakukan KEJAHATAN...

adalah suatu peristiwa:
Seorang ayah yang sayang kepada anaknya yang masih berusia 4 tahun,
karena ayah itu sayang kepada anaknya, sudah jelas bahwa dia BERSALAH ketika MELUKAI anak-nya, dengan ataupun tanpa alasan apapun !!!
namun bagaimana ketika seorang anak itu, tidak patuh, dan bertindak yang membuat sang ayah jengkel?
tak hanya ayahnya yang jengkel, namun anak tersebut membuat kegaduhan ditempat umum, membuat sang ayah malu karena seolah-olah anak tersebut TIDAK PERNAH DIDIDIK dengan BENAR !!!
ayah yang seharusnya tau akan KEBENARAN, bahwa melukai anak-nya adalah SALAH,
mendadak khilaf dan mungkin dibutakan oleh rasa MALU...
seketika itu juga, TANGANNYA menjadi sangat ringan, dan mendarat di wajah anaknya yang masih sangat kecil untuk menerima perbuatan itu...
si anak terdiam, dan mungkin juga sadar atas perbuatan ayahnya, agar si anak tetap diam, dan tidak membuat malu...

salahkah itu??
apakah yang dilakukan sang ayahm merupakan KESALAHAN??


Kita tinggalkan sejenak, peristiwa diatas...

APA ITU KEBENARAN?
Kebenaran adalah BENAR !!! Benar BETUL !!! BENAR-SE-BENAR-BENAR-nya.
Benar itu  tidak salah, TIDAK PERNAH SALAH.
jika tidak salah, maka tidak terdapat celah yang dapat membatalkan kebenaran sifatnya.
jika memiliki celah, maka itu BUKAN KEBENARAN.

Lantas apa KEBENARAN itu?
sesuatu hal yang MUTLAK, tidak bercacat dan bercela, tidak memiliki celah untuk dapat dipersalahkan.

untuk dapat lebih mengerti arti kebenaran, mungkin sedikit ilustrasi ini akan membantu kita:

Jus jeruk dalam sebuah gelas
ada sebuah gelas yang diisi oleh cairan tertentu, dengan ketinggian tepat ditengah-tengah gelas. Kemudian ada tiga orang anak, untuk mengutarakan apa yang mereka lihat.
anak pertama mengatakan, gelas tersebut separuh penuh
anak kedua mengatakan, gelas tersebut separuh kosong
dan anak ketiga mengatakan, gelas tersebut berisikan larutan jus jeruk.
ketiga anak tersebut menyebutkan masing-masing informasi yang mereka tangkap dari obyek yang dia lihat, dan mengutarakan kebenaran sesuai yang mereka amati.
Mereka menyebutkan, yang mereka anggap benar.

jika kebenaran adalah jawaban anak pertama, maka akan terjadi konflik antara anak pertama dan anak kedua. Diantara mereka berkonflik mengenai isi dari gelas itu, yaitu separuh penuh atau separuh kosong. Oleh karena terdapat celah, maka sulit untuk dikatakan BENAR !!!
karena kebenaran seharusnya tidak memiliki celah unutuk dipersalahkan.

jawaban anak ketiga adalah, gelas tersebut berisikan larutan jus jeruk, tanpa melihat ketidak jelasan antara separuh kosong ataupun separuh penuh, anak ini mengambil jawaban yang sangat bijak. 
Dan tanpa keraguan, bahwa gelas tersebut berisikan jus jeruk...
dan untuk membuktikan benar tidaknya, maka anak tersebut mencicipinya, dan ternyata benar, gelas tersebut berisikan jus jeruk... 
dari ketiga jawaban tersebut, yang paling BENAR adalah jawaban anak ketiga.

anak ketiga tidak hanya melihat, namun juga mencicipi jus jeruk tersebut, dan mengatakan yang SEBENAR-nya.

KEBENARAN ITU TANPA KERAGUAN
Banyak diantara kita yang mengatakan BENAR, dan yang lainnya SALAH.
satu hal yang kita anggap baik kita katakan BENAR, dan yang membuat kita merasa tidak baik maka kita katakan SALAH.
dari pernyataan tersebut, hanya didasari dengan PRASANGKA !!!
hanya karena kita berperasangka saja, sehingga kita menyatakan ini BAIK dan itu JELEK,
ini SUCI dan itu KOTOR
ini TAHIR dan itu NAJIS
ini LURUS dan itu SESAT

semua prasangka itu, karena pemikiran kita, yang dilandasi dengan PRASANGKA !
dimulai dari satu orang, kemudian prasangka tersebut ditularkan ke orang lain, menjadi prasangka KELOMPOK, kemudian meluas menjadi prasangka GOLONGAN, dan meluas menjadi prasangkau suatu KAUM !!!

Karena hasil prasangka tersebut diakui oleh banyak sekali masa, sehingga dianggap sebagai "KEBENARAN MUTLAK" seolah-olah "TANPA KERAGUAN", karena banyak yang "MEYAKININYA".
Karena "Keyakikan Bersama", maka sudah barang tentu BENAR !! hahahaha..

saya katakan BELUM TENTU !!

tidak semua yang diyakini oleh mayoritas orang adalah BENAR ! atau KEBENARAN YANG MUTLAK.
jangan dikira meskipun hanya sedikit yang meyakininya, lantas dikatakan SALAH, SESAT, JELEK, BURUK, NAJIS, HARAM dan sebagainya...

bagaimana cara membuktikannya?

MUDAH SAJA !!

saat kita meyakini apakah yang kita yakini adalah MUTLAK BENAR, maka harus kita uji lolos tidaknya dalam uji keraguan?

jika masih terdapat keraguan, maka bisa jadi yang kita yakini benar, belum tentu benar...
karena perinsipnya kebenaran itu tanpa keraguan, 
jika masih ragu, bisa jadi yang kita yakini adalah salah.

ada sebuah cerita:
terjadi hiruk pikuk di lingkungan RT saya, dari kata tukang sayur pagi hari bahwa Pak Asep mempunyai sapi berkaki lima, yang baru lahir subuh tadi. Kabar tersebut langsung menjadi hot issue di lingkungan RT saya, dan meluas sampai dengan satu kota kecamatan mendengarnya.
Ada yang pro dan ada pula yang kontra
yang kontra beranggapan: "mana mungkin sapi berkaki lima, sapi kan berkaki empat, pasti pak Asep berbohong"
yang pro beranggapan: "mungkin bisa saja terjadi mutasi genetik pada janin sapi selama masa dikandung", atau bisa jadi seharusnya sapi tersebut mempunyai embrio yang kembar, namun dalam peroses dikandung, embrionya menyatu"
karena banyak yang penasaran, maka semua orang membuktikannya dengan mendatangi kediaman pak Asep, untuk melihat anak sapi berkaki lima itu.


Dengan hanya mendengarkan kabar saja, belum tentu kita bisa langsung percaya, pasti masih timbul keraguan.
hal yang dilakukan kemudian adalah membuktikannya... niscaya keraguan akan hilang, digantikan kepercayaan.

NILAI KEBENARAN YANG LUHUR BUDAYA INDONESIA
Usia kemerdekaan Indonesia, sudah memasuki usia yang sangat-sangat matang, sebagai bangsa dan negara yang mandiri, beridiologi, dan memiliki jati diri bangsa sendiri. Indonesia seharusnya tidak perlu malu mengakui KEBENARAN IDEOLOGI-nya yang dilandasi oleh LIMA SILA dalam PANCASILA. Hal tersebut sangatlah baik, sangatlah BENAR, dan mampu mengayomi setiap warga negaranya dengan sangat baik. Seharusnya bangsa kita mulai kembali bercermin pada kearifan lokal yang ada, mulai kembali memikirkan nilai-nilai luhur KEBENARAN di dalam suatu budaya bangsa sendiri, dan tidak terlalu sering mengadopsi budaya asing dari luar INDONESIA.

Dengan dan tanpa alasan apapun, kita adalah Indonesia...
saat saya memakai pakaian ala harajuku, meskipun saya mungkin benar terlihat sebagai orang Jepang, namun darah saya tetap benar, darah Indonesia
saat saya memakai pakaian ala K-Pop Korea, meskipun saya mungkin benar terlihat sebagai orang Korea, namun darah saya tetap darah Indonesia.

Kita sebagai bangsa Indonesia, tidak perlu RAGU apalagi KAWATIR akan nilai kebenaran yang Bangsa ini telah warisi sejak dari dulu kala. 

Janganlah kita menjadi KACANG yang LUPA KULITNYA

seolah-olah ada orang (budaya asing) yang lebih baik, kita kira lebih hebat, lantas kita berpaling dari orang tua kita (Ibu Pertiwi Indonesia) yang telah membesarkan kita, mendidik kita, memperbolehkan kita tinggal bernaung dan mendapatkan kehidupan.

Janganlah kita menjadi naif, dan Lupa, kita itu siapa? 
Budaya asing, adalah budaya asing !!! tidak lebih !!!

tidak ada yang melarang jika kita belajar budaya asing, tidak ada yang melarang !
yang sungguh disayangkan adalah ketika budaya asing tersebut membuat sifat kita sebagai Indoesia menjadi hilang, dan KEBENARAN yang selama kita junjung tinggi sebagai INDONESIA menjadi hilang, karena budaya yang asing tersebut.

kita bukanlah KACANG YANG LUPA KULITNYA
kita adalah INDONESIA, yang:
- ramah kepada sesama warga negaranya
- bertoleransi antar sesama warganya
- beretikat baik kepada sesama warganya
- bahu membahu berjuang untuk memberantas kemiskinan, kebodohan, dan perusakan moral
- menegakan hukum yang sesuai dengan ideologi bangsa.

TENTANG PENULIS
Tidak bermaksud untu SARA ataupun membandingkan

Saya sejak lahir dibesarkan oleh Ibu Pertiwi Indonesia
saya dilahirkan ditanah jawa, dari bapak saya yang jawa, dan ibu juga jawa
secara kebetulan saya ber-etnis JAWA (meskipun saya tidak pernah meminta unutuk dilahirkan di Etnis ataupun negara apa)
sebagai JAWA dan INDONESIA saya diajarkan KEBENARAN untuk menghormati orang yang lebih tua, ketika berjalan didepan orang lain diharuskan untuk bertegur sapa, untuk memasuki rumah orang lain diharuskan untuk "uluk salam" (permisi)
ketika makan harus cuci tangan lebih dahulu, menggunakan tangan kanan untuk segala perbuatan yang baik dan sopan. Begitupula dalam berbusana, dalam berbahasa menggunakan tingkatan bahasa, ketika berbicara kepada usia yang lebih dibawah saya atau sepantaran, maka saya menggunakan basa ngoko; Ketika saya berbicara kepada orang yang lebih tua saya gunakan basa krama, dan ketika saya berbicara kepada orang yang dimuliakan (keurunan ningrat, pak RT, pak RW, camat, bupati) saya menggunakan basa Krama-Inggil.

saya anggap budaya JAWA yang saya hidupi adalah budaya yang ADHI LUHUNG dan berisikan KEBENARAN (Menurut saya, karena sangat subyektif, dan saya ada di dalamnya) (semua budaya, pasti mengandung nilai-nilai luhur yang sesuai, dan berdasarkan budayanya)

ada kebetulan yang lain yang terjadi dalam hidup saya,
saya dilahirkan dalam keluarga KRISTEN yang TAAT
namun tetap JAWA

saya dibesarkan dalam keluarga besar dengan ideologi PANCASILA (karena saya Indonesia)
Walaupun berbeda-beda namun kami tetap bersaudara
Kakak Pertama ayah saya telah menyandang Haji di depan Nama beliau, dan sampai saat ini pernah beberapa kali pergi Ibadah Umroh
Kakak Kedua ayah saya juga beragama Islam
Adik Pertama Ayah Saya, beragama Kristen-Protestan dan berprofesi sebagai Guru Agama Kristen di salah satu SMK swasta di tempat kami.
Adik Kedua Ayah saya beragama Islam yang juga taat
Adik Ketiga Ayah saya beragama Kristen-Katolik yang juga taat

dari keluarga Ibu saya
Kakak pertama Ibu saya beragama Islam Yang Taat
Adik Pertama Ibu saya beragama Islam, dan juga mendalami budaya jawa, terkhusus kearifan lokal di daerah kami dengan sangat baik, oleh karena tuntutan profesi beliau,
Adik Kedua Ibu saya juga beragama Islam yang taat.

Kami tidak pernah membeda-bedakan satu dengan yang lain, karena kami saling mempercayai bahwa kami memuja Tuhan yang Tauhid, Tuhan yang sama, hanya cara dan budaya kami berbeda.
Oleh karena agama yang kami emban berkembang dalam budaya yang berbeda.
Islam berkembang dengan budaya Arab yang kental
Katolik dengan budaya Vatikan yang kental
dan Kristen dengan budaya modern yang juga unik 

setiap agama apapun itu menjunjung KEBENARAN yang sama
menjunjung penegakan nilai MORAL yang sama
mengajarkan KEBENARAN

bermodal itulah kami melangkah, 
kami tetap satu Indonesia


Tidak ada yang perlu kita debatkan, mana yang PALING BENAR, dan mana yang SALAH
mana yang LURUS dan mana yang SESAT
mana yang TAHIR dan mana yang NAJIS
mana yang BAIK dan mana yang JAHAT

BUKAN ITU !!!
urusan HIDUP dan MATI adalah urusan Tuhan
urusan Dosa dan Pahala adalah urusan Tuhan
dan itu ranah pribadi anatara Tuhan dan pengikutNya

tidaklah perlu kita mencampuri urusan agama dan kepercayaan orang lain, bahkan memaksakan mereka untuk meyakini apa yang kita yakini... bukankah Tuhan Maha Baik?? Maha Kuasa?!
Biarlah kedaulatan Tuhan, dan Keadilannya melingkupi setiap kehidupan....

lantas jika demikian, dimanakah kebenaran yang mutlak benar itu??

KEBENARAN YANG MUTLAK BENAR
Kebenaran yang mutlak benar ada dalam hati kita.
setumpul apapun hati nurani kita, pasti masih ada KEBENARAN di dalamnya
jika kita sudah tau hukumnya, maka lakukanlah, hidupilah hukum tersebut dalam setiap langkah kaki kita, setelah itu maka kita ketahui hakikat kita sebagi manusia yang juga membutuhkan manusia lain dan membutuhkan alam sebagai tempat hidup bagi kita. Setelah hakikat itu kita ketahui maka kita dapat melihat Tuhan sebagai sang sumber KEBENARAN

hati nurani adalah koneksi kita kepada Sang Tuhan
yang menghubungkan hidup kita kepada KEBENARANNYA
dari sanalah kita mengetahui akan yang baik dan yang jahat, yang sifatnya UNIVERSAL, yang artinya tidak terkotaki budaya tertentu, bahasa tertentu, waktu tertentu, teritorial tertentu dan batas-batas tertentu...

KEBENARAN YANG MUTLAK TIDAK PERNAH DIBATASI
Kebenaran yang mutlak benar bersifat Universal, tidak menyakiti yang lain, tidak pernah berat sebelah, tidak bercacat cela, dan sangat relevan di pakai dimanapun dan kapanpun...

apa itu??
Kebenaran itu adalah KASIH
mungkin kita sering mendengar namun masih belum sepenuhnya mampu melakukannya...
Cinta dan kasih adalah KEBENARAN, karena kita adalah Makhluk Cinta yang juga membutuhkan kasih sayang dari orang lain dan begitu pula sebaliknya.


Saya akui saya adalah Kristen sejak Lahir, namun saya agak tergelitik melihat orang-orang yang mengaku diri mereka KRISTEN namun tidak tahu KEBENARAN YANG MUTLAK BENAR itu !!!
kami tahu dan tahu tentang KASIH, namun apakah melakukannya dengan BENAR? 

Apakah ini kebenaran?
Ketika kata Haleluyah lebih Rohani dibanding Puji Tuhan?
Apakah kata Syallom lengih Rohani dibanding Selamat Siang, Selamat Pagi, Selamat Malam??
Apakah Doa Bapa Kami lebih afdol di lafalkan katimbang doa dalam cara yang lain?
Apakah dengan berbusana blatzer, atau berjas, atau menggunakan stola (syal) lebih Rohani? dibanding mengenakan beskap, kebaya, atau pakaian sopan lainnya??
Apakah dengan tarian tamborin lebih rohani katimbang tari gambyong? tari kontemporer lainnya??
Apakah dengan sound-system yang mahal dan dahsyat lebih Rohani dibanding ibadah dalam sunyi, keheningan?
apakah dengan hingar bingar, ibadah penuh atraksi, penuh artis, full band, itu yang dibilang lebih Rohani?? dibanding ibadah dalam kesederhanaan, dalam kesadaran bahwa beribadah itu bukan soal kesombongan rohani??

Ingatkah kita, bahwa Kristen itu bukan eksklusif
ketika ke-eksklusifan telah terjadi, dan menjadi bagian dari diri-kelompok-golongan-ataupun kaum, maka seketika itu juga KASIH tidak akan bisa disalurkan, kebenaran yang digembar-gemborkan hanyalah PEPESAN KOSONG BELAKA !!! hal ini berlaku untuk agama apapun...

dan yang paling hebat lagi adalah !!! Tidak Sadar !!!
Bahwa banyak diantara agama yang diakui oleh Negara Indonesia adalah agam impor, atau pendatang...
melalui berbagai cara, entah perang, penjajahan, usaha dagang, infiltrasi, akulturasi dan berbagai macam cara..
dan kita lupa bahwa ada kearifan lokal, filsafat lokal, kebijaksanaan lokal, adat-istiadat lokal, yang lebih dahulu ada di bumi Nusantara ini....

kemudian kita mendadak menjadi kacang lupa kulitnya, mengatakan bahwa yang kami yakini saat ini lebih benar dibandingkan yang kuno !!! hhahahahahah

melakukan SEDEKAH BUMI kami kira itu penyembahan berhala
melakukan TEDAK SITEN itu ritual satanisme
melakukan MITONI itu ritual okultisme
melakukan KENDURI SAMBATAN itu ritual paganisme
melakukan PIJET GECEL itu ritual-ritual sesat
melakukan NYEKAR di makan itu ritual menyembah roh orang mati

Ketika mengatakan SESAT tanpa membuka mata lebih dahulu, itu namanya KONYOL !!!
menolak tanpa memahami itu namanya TOLOL

Padahal yang sebenarnya terjadi:
SEDEKAH BUMI adalah ucapan syukur kepada alam bahwa sampai saat ini keseimbangan bumi masih terjaga dengan baik. Dan ketika terjadi ketidakseimbangan, atau gagal panen maka kita perlu introspeksi adanya siklus cuaca yang berubah, dan perlu mengambil langkah pemeliharaan alam.

TEDAK SITEN adalah proses dimana seorang anak pertama kali menginjakkan kaki ke tanah, dalam artian seorang anak pada saatnya nanti harus mengingat bahwa dia harus berdiri sendiri dengan kedua kakinya, bahwa tidak selamanya orang tua akan mendampingi hidupnya. Ada suatu masa dimana dia akan berdiri sendiri dan harus tegar menjalani hidup

MITONI adalah proses seorang ibu yang mengandung anaknya pada usia kehamilan tujuh bulan, dan sebentar lagi akan bersalin. Untuk itu mengingatkan keluarga dan para tetangga bahwa sebentar lagi akan bersalin.

KENDURI SAMBATAN adalah makan bersama saat hendak membangun rumah baru, hal ini bertujuan untuk ucapan syukur atas pemilik rumah akan punya hajat besar, dan berharap jika diawali dengan baik maka dalam proses sampai akhirnya kelak pembangunan rumah dapat selesai dengan baik dan berguna. begitupula kepada para pekerja yang ikut makan bersama, berharap dan berdoa agar sang pemilik rumah diberkati dengan rezeki yang layak agar mampu mewujudkan impiannya mendirikan rumah dengan baik.

PIJET GECEL adalah ketika bayi baru lahir, dan ada struktur tulang yang belum pas, maka perlu di luruskan dan dibentuk agar proporsional, biasanya menggunakan ramuan-ramuan herbal

NYEKAR adalah penghormatan kepada jasa almarhum yang telah berpulang mendahului kita, agar jasanya tetap kita kenang, semangat hidupnya menjadi motovasi bagi generasi yang masih hidup.

Dalam hidup, kita tidak boleh berpikiran sempit, dan hanya membuat standar kebaikan yang sempit, tidak mau melihat luasnya cakrawala membentang di luar sana.


Kita itu Indonesia, kita itu warga negara yang berhineka, sangat majemuk, sangat beragam...
jika kemarin saya KACANG YANG LUPA KULITNYA maka sekarang tidak...
jika kemarin saya durhaka kepada ibu pertiwi, maka sekarang tidak ...
jika kemarin kita belum bertoleransi dengan baik, maka saatnya sekarang kita bertoleransi...
jika kemarin mulut ini sering sekali mengucapkan SESAT, KAFIR, NAJIS, HARAM, maka sekarang lebih terkendali

diatas langit masih ada langit
saya rasa ucapan itu tepat untuk kita,
bahwa siapakah kita manusia ini, yang berhak menghakimi orang lain?
Tuhan Sang Maha Kuasa, Sang Adi Daya tidak perlu dibela dengan usaha manusia... Karena Tuhan Maha Kuasa pasti akan berdaulat penuh dengan kekuasaan yang Tuhan miliki.
siapakah kita? hendak membela Tuhan?? suatu pelecahan kah?! 
kita manusia whooiii masakan pantas membela Tuhan?
kita tidak perlu mengatasnamakan apapun untuk membela Tuhan, Tuhan kita tidak perlu dibela... karena Tuhan adalah PEMBELA KITA
Tuhan menciptakan keberagaman agar kita mengetahui KEBENARAN dari CINTA KASIH dalam kita menyayangi antar sesama CIPTAAN TUHAN.

TUGAS DAN KEWAJIBAN KITA sebagai Utusan Dibumi adalah memelihara segenap KARYA TUHAN dimuka bumi ini, dengan PENUH KASIH
itulah KEBENARANNYA

dan tulisan kali ini saya akhiri:

Jika kita melihat sesuatu,
jangan terlalu DEKAT, dan jangan terlalu JAUH
lihatlah dalam berbagai SUDUT
agar apa yang kita lihat dapat terlihat lebih LUAS, lebih JELAS dan lebih DETAIL


____ Salam Keseimbangan Antar Ciptaan



No comments:

Post a Comment

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------