Thursday, January 31, 2013

Extraterrestrial Animal (Hewan Luar Planet Bumi) - Part II

Ditengah kesibukan dan rutinitas hidupku...
akhirnya aku bisa sedikit bernafas lega, aku mencoba menyelidiki kembali, kehidupan hewan-hewan di luar bumi..


Nah beberapa ini, tergolong hewan-hewan yang sukar untuk ditemui..
langsung saja ya...

mari kita selidiki beberapa hewan luar planet berikut ini:


Turtriol guepalasum
Hewan ini mirip dengan kura-kura bumi,
habitatnya pun juga di tepian aliran sungai, Palasum ini termasuk dalam kategori omnivora, yaitu pemakan segala... namun karena tempat tinggalnya yaitu pada tepian sungai etanol, maka ikan-ikan kecil menjadi santapan kesehariannya.









Mose moseliata
Mose Mose nama untuk hewan yang mirip tikus celurut ini. Dia suka tinggal di liang tanah, yang lembab dan gelap. Sifatnya yang pemalu, dan nokturnal (mencari makan dimalam hari) membuat Mose mose sukar dijumpai... Mose sendiri mempunyai arti "cari" (mencari), menurut penduduk setempat (Suku Borea, Planet Bersabuk Hitam-Ginduku), Mose-mose ini sukar untuk dicari... mengapa dicari, karena si Mose ini merupakan hewan yang biasa dikonsumsi, yang sarat dengan protein.

Namun sayang, di planet tersebut sudah mulai langka untuk dijumpai... aktifitas perburuan, yang tidak diimbangi dengan perkembangbiakan.

Piedudo glimrintalis


Glim, tergolong dalam Sistem Takson Mamalia
Makanan nya berupa dedaunan dan buah-buahan yang jatuh. Habitatnya di pedalaman hutan tropis, perkembangbiakannya cukup meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Glim sukar di dapati, oleh karena kelincahan, cekatan dan hanya mencari makan di malam hari (Noktusnal)

Jika di bumi, Glim mirip dengan hewan Tupai





Tyranozus andropobhid
T-Nozus merupakan reptil raksasa yang lolos dari slekesi alam planet Biru-Frauza. Di planet tersebut tinggal 650 spesies T-Nozus, makanannya adalah daging binatang. Para T-Nozus hidup berkelompok, setiap kelompok diketuai oleh seeokor pejatan.

Pada musim kawin, Para T-Nozus melakukan migrasi ke dataran yang lebih hangat dan kering.

Sebelum musim kawin tiba, T-Nozus hidup di dalam hutan belantara lebat, di lembah Pegunungan.










Murrelia hujonoid

Relia,merupakan bangsa molusca-reptilia (yang adalah makhluk peralihan)
Yang dilengkapi oleh cangkang di punggungnya.
Lehernya dapat dimasukkan kedalam cangkang, untuk pertahanan dari musuh-musuhnya.

Habitatnya adalah di rawa-rawa lembab dan gelap.
Relia termasuk hewan yang sukar untuk bereprosuksi.
Tingkat kegagalan dalam menetaskan telun Relia, sangatlah tinggi.

dalam satu tahun, Relia hanya memiliki satu kali siklus kawin









Gozziillor tetramasculata

Gozzi merupakan momok yang menakutkan bagi makhluk-makhluk lain di planet Wasura.
Penduduk lokal setempat banyak memasang perangkap guna membunuh hewan ini, oleh karena Gozzi membawa teror, yaitu membunuh ternak-ternak penduduk.

Oleh karena meresahkan penduduk, Gozzi di lokalisir oleh pemerintahan semesta. kedalam zona aman di pedalaman benua tak berpenghuni.



--- >> oOo << ---


Inilah beberapa hewan luar bumi, yang jarang menampakkan dirinya..
nantikan kembali hewan-hewan lainnya...

tetap dalam Jhonna Studio



Wednesday, January 2, 2013

Puisi: "Aku dan Dia"



"sumber gbr : fanpop.com"


Aku dan Dia





kebahagiaan sejati, munculnya dari dalam hati...
tidak ternodai oleh kotoran duniawi....

ataupun terkontaminasi, polusi

sungguh suatu sisi diri
bisa kujamah hadirat Illahi
dalam indahnya, salam-sapa-dan teguran insani...

Yaa.... Illahi
ajarkanku selalu mengerti...
makna hidup ini

menyelami arti
keberadaan diri
ditengah alam semesta penyokong hidup-hayati...

akankah, meditasi,
pengendalian diri,
keheningan dalam sunyi
mampu memberikan presepsi??

menyirat tabir misteri
yang sengaja tersembunyi...
menunggu waktu tuk digali..

atau inkarnasi mungkin reinkarnasi...
menjawab suatu yang pasti??

usiaku hanya beberapa senti
tak dapat ditawar lagi..

karena waktu, terlalu cepat berlari...
meninggalkan jejak goresan jemari
menoreh lembar suci

sungguh suatu sisi diri
bisa kujamah hadirat Illahi
dalam indahnya, salam-sapa-dan teguran insani...
Wajah-Nya selalu berseri
tersenyum janji, tertepati

(Salam keseimbangan antar ciptaan)
Yonatha Alfa 2-01-2013

Tuesday, December 4, 2012

Extraterrestrial Animal (Hewan Luar Planet Bumi) - Part I

Kira-kira tidak hanya bumi yang merupakan tempat bagi kehidupan makhluk, namun ada beberapa planet di luar bumi, yang mempunyai daya dukung untuk kehidupan yang ada di dalamnya. Tidak bisa disamakan memang, dengan kehidupan di bumi, luar planet bumi memiliki kekhasan dan karakteristiknya masing-masing, baik itu lapisan atmosfernya, lapisan dan kandungan mineral tanahnya, maupun kandungan mineral di dalam laut, sungai ataupun danau. Meluhat dari persoalan tersebut, adalah makhluk-makhluk yang secara seleksi alam, dapat tinggal, hidup dan beradaptasi dengan alam setempat, berkembang dan meneruskan keturunan dalam proses evolusi alamiah.

Beberapa hewan tersebut dapat dilihat, dibawah ini:

Penampakan Alien bersama anaknya di Prambanan



Kapal induk alien mendekati bumi, setelah berkeliling-keliling menyusuri bumi dengan radar nya.  Koloni Alien dari Galaxy Prolux , Rasi Bintang Behoma, dari planet ke-4 sitem Tata Surya Helos-Grande, menunjuk  suatu daerah di bumi, lebih tepatnya di Benua Asia, Asia Tenggara, di Negara Indonesia, di Daerah Istimewa Jogjakarta. 

dan setelah meneliti object, humanoid cerdas di bumi (manusia), dan mereka menemukan sesuatu yang bernama "fashion". Ibu Alien terlanjur suka dengan baju yang dipakai manusia, begitu pula anak semata wayangnya... dan merekapun menikmati suasana Jogja.

Sebelum sang ayah menurunkan mereka dengan auto flowing mechine dalam kapal induk, sang ayah menyetting headphone dan micophone yang dipasang pada telinga dan mulut ibu dan anak alien. Tujuannya agar mereka berdua dapat berkomunikasi dengan manusia bumi nantinya.

Tujuan ibu dan anak alien kali ini, adalah untuk mengunjungi peninggalan prasejarah di Kabupaten Sleman, yaitu Candi Prambanan. dan tak lupa ibu dan anak alien yang ternyata bernama: Ibu Errea dan putranya Errion, mengunjungi Malioboro, Pasar Bringharjo, dan menyusuri sepanjang jalan tersebut yang menjadi maskot Jogjakarta.

Thursday, November 29, 2012

Kedungbacin Todanan Blora - Saksi Bisu Alien Abduction

Sore itu aku laju motor supra ku melintasi hutan di kecamatan Todanan, dengan kondisi tubuh yang kurang sehat... ditambah beban pekerjaan yang menumpuk.. memang salahku sih, aku terlalu menunda pekerjaan. Alhasil, aku selalu tidur larut malam, demi menyelesaikan tugas-tugasku.

Perjalanan pulang badan terasa penat dan pusing sekali, selepas dari memonitoring desa-desa sasaran program. Aku sara-rasakan sepertinya, aku masuk angin... gumamku dalam hati.
Tapi, perjalanan masih sangat jauh ber-kilo-kilo meter jauhnya sampai rumahku. tapi mau bagaimana lagi, aku terpaksa harus menghentikan laju motorku, otakku sudah tidak dapat berkonsentrasi berkendara. 

Kulihat ada sebuat warung sederhana, ditepi hutan. Warung dari bambu, beratapkan daun kelapa kering tersebut, hendak berkata padaku "Mampirlah kemari anak muda", seakan timbunan buah kelapa muda dan kursi panjang dari bambu (galar), melambai-lambai mengajakku untuk mampir.

Yahhh... bak piring bersambut, dan aku pikir warung di depan situ lumayan bersih... akupun tuntun motorku, ku parkirkan di dekat warung tersebut.

Jauh dari dugaanku sebelumnya,,,
ternyata penjualnya adik cantik, dia bernama Gendis... pantes manis wajahnya.... kira-kira dia baru kelas 4-5 SD-lah (Gendis artinya gula, dalam bahasa jawa kromo). Bersama dengan ibunya, bu Wahyuni, biasa dipanggil bu Yun, dia berjualan di tepi hutan itu. Mereka melayani pengunjungnya sangat ramah. Yahhh.... meskipun tidak begitu ramai, namun cukup membantu para pengguna jalan yang sedang kelelahan seperti aku ini...

Friday, November 23, 2012

JAGANDRAYA MAJISTIKA-PART II

setelah membahas tentang Rimba Robantini, saatnya kita membahas tentang beberapa hal yang lain.
karakter lain yang pernah aku buat...
cekidot:

Para Devvanta
Devvanta adalah mereka para oknum spiritual yang membantu kelangsungan hidup makhluk di kolong langit sampai dengan dasar benua dan samudra. Devva tingga di tempat yang dianggap sakral dan kudus, yang disebut dengan Kurattan, dan setiap mereka mempunyai tempat dan lokasi takhta Kurratan yang berbeda-beda


Bahur dan Bawera
keduanya adalah cucu dari Khanaya Werios. Kakek Khanaya yang tinggal di langit tingkat keenam memberikan tugas kepada mereka untuk menabur hujan, mereka diperbolehkan mengendaria Mronnos Jenza, lembu langit yang sangat perkasa.










Manjahita dan Anglingka
Ini adalah salah satu kaum Awantaum yang menjadi Devvanta. Dia saat ini menjadi Devvanta yang penuh belas dan kasih, berjabatan Bunda Pelindung Anak Kecil, yang membantu urusan persalinan dan menaungi anak Awantaum yang baru lahir. 

Dahulu, saat dia masih menjadi Awantaum, dia dan puteranya berhasil melarikan diri dari bencana dahsyat yang menimpa daratan Vendertania. Perang saudara yang sangat dahsyat antara Dinasti Mudenta dan Dinasti Homin. Yang terisisa dari Dinasti Mudenta yang sempat dia bawa saat melarikan diri adalah Vimana Blowen, yang mana dia lari meminta pertolongan di langit lapis keempat.






Nagini
Dia berparas cantik, namun bagian tubuh bawahnya berupa tubuh ular sanca kembang.Keempat tangannya sangat fasih digunakan, dan keempat pusaka yang selalu menemanu dirinya, adalah: Sangkakala Sindium, Kipas Sindala, Gada Silura, dan Air Suci Sintatara

Nagini mampu mengabulkan segala permintaan Awantaum, akan tetapi selalu meminta imbalan yang setimpal



Morra
Dewi kesuburan ini sangat akrab dan dekat dengan kaum Awantaum, menjaga kesuburan bumi. Memberikan berkat pertolongan kepada setiap makhluk.

Morra bertakhta pada suatu gunung tertinggi, dimana dia membangun Kurratan di puncak Gunung Sandro, di dataran Musbi. Gunung Sandro adalah Gunung yang sangat subur, dimana masyarakat Musbian sangat bersyukur pada Dewi Morra









Barbusa
licik, dan menghasut, adalah sifatnya.
hawa napsu keserakahan yang membuat Kurretan yang diberikan padanya hancur dan runtuh. Dia diturunkan ke bumi, berteman para Kaum Murdhakum, kaum kegelapan. Dan dia hambakan dirinya atas nama Kegelapan.

dan sampai saat ini, dia masih belum mendapat pengampunan, akan kesalahannya saat itu.

Salah seorang Murdhakum yang menjadi assistennya adala Balawis, dimana Balawis sangat setia pada Barbusa

Dia dijuluki si-Dhokhebaza oleh karena mulutnya yang manis dan pandai menipu daya







Inilah sedikit mengenai Kaum Devvanta penjaga Bumi dan keseimbangan di dalamnya..
masih banyak lagi karakter yang lain, dalam Jagandraya Majistika selanjutnya...








Untuk apa Keberadaan Kita?

Wajah Baru-Jhonna Studio



"Manusia tidak dipenjara oleh takdir, melainkan oleh pikirannya sendiri"

— Franklin D. Roosevelt



Manusia tidak perlu untuk ketakutan berlebihan dengan yang bernama TAKDIR, menurutku TAKDIR adalah satu yang tidak akan terjadi jika kita tidak penah berbuat. Seperti istilah, jika kita menanam maka kita akan menuai, demikianlah takdir, konsekuensi jika ada sebab maka akan berakibat. Dari pemikiran itulah, aku mewarnai kehidupan ini, kutanggalkan cara pikir lama mengenai TAKDIR. TAKDIR hanyalah cara kita memilih jalan kita sendirim cara kita membentuk zona kenyamanan dalam diri, dalam berpikir, dan dalam berlaku sebagai aktor utama di dalam sekenario yang kita buat sendiri.


Yeah !!!... we are the own of our life, we have the own rules
kita mempunyai suatu hukum dan aturan untuk kita jalankan sendiri... bukan orang lain yang kita buat PUAS atas adanya kita, melainkan puaskanlah diri kita sendiri, oleh karena kita ada dan telah diadakan, oleh mereka yang membuat kita berada saat ini. So.... TAKDIR adalah konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya...

mengapa aku harus berada? dan diadakan di dunia ini?
pernah suatu saat aku berpikir dalam keheningan malam, jika aku tidak pernah dipikirkan untuk diadakan, atau keberadaanku tidak pernah dinampakkan di dunia ini? lantas apa yang terjadi?, lama sekali aku berpikir akan makna dan arti keberadaanku di waktu yang... yahhhhh cukup singkat.

perlahan namun pasti... aku mengetahui, bahwa keberadaanku adalah untuk mewarnai dunia dengan warna keberadaanku...

jangan terlalu bergantung pada orang lain, TERLALU membuat jiwa terbeban.


membebani pikiran dengan dalil dalil yang rumit, akan semakin menghentak kita ke dasar "ketidak sadaran" akan keberadaan hidup. Oleh karena itu, aku selalu membebaskan pola pikir ku akan segala hal, mendengarkan, mencari informasi, mengolahnya, dan meresapinya dalam alur langkah kehidupan.

aku banyak menermuai teman-teman yang sengaja membebani pikiran oleh pikiran-pikiran ketakutan klise yang sekonyong-konyong membentuk pola pikir melankolistik... Yahhhh.... orang-orang TERBEBAN adalah mereka yang tidak bisa menukmati keberadaan-nya dengan baik.

segala hal yang membebani pikiran, hendaknya dikurangi, apapun bentuknya.

hidup kita adalah untuk kita dan bukan untuk yang lain, baik yang terlihat atau yang tidak terlihat
kita terkadang TAKUT AKAN BAYANG-BAYANG, ketakukan akan segala hal yang belum jelas adanya, bahkan tidak nyata keberadaanya… dengan jumawanya, terkadang kita berbangga diri, seolah telah mengenal hal dalam pikiran tersebut dengan sangat baik. Sesungguhnya kita-pun sama-sama tidak mengetahuinya, atau bahkan alur pikiran yang membebani tersebut semakin lama semakin ditambahi oleh bumbu-bumbu penyedap, yak tak pelak membuat unsur ketakukannya semakin mendalam… 

kungkungan ketakutan

sungguh kelam, jika pikiran kita dihantui, dan sengaja ditakut-takuti oleh pemikiran yang sungguh primitive. Alhasil kita tidak dapat berpikir jernih, dan mensyukuri keberadaan kita dengan bail. Kungkungan ketakutan membuat hidup kita sukar berproduksi. Ibarat pohon mangga yang ditanam di dalam pot berdimensi 30 x 30 cm, dengan tinggi pot 30 cm pula… alhasil, pohon mangga akan menjadi bonsai, tanpa bisa berbunga maupun berbuah.

Aku mencoba keluar dari “tempurung katak”-ku meskipun banyak orang yang menindirku, menghardik, serta mengomentariku dengan nasehat yang seolah-olah mereka memahami akan apa yang mereka katakana… dan aku hanya bisa berbisik lirih: “Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Ha ha ha… ternyata “penyerang-penyerang” pikiran adalah dari antara kita sendiri.

Tidak sedikit lho, dari kita yang tidak berani melangkahkan kaki kecilnya, mencoba keluar dari “tempurung katak” ketidaktahuan… salah-salah mereka malahan jumawa dan sangat percaya diri mengatakan bahwa lebih aman, bahkan sangat aman jika kita tetap berada dalam kungkungan “tempurung katak” tanpa mau tahu dunia luar yang amat sangat luas, dan lebih indah tentunya… yah tidaklah menjadi masalah, asalkan mereka tetap konsisten. Dalam artian tidak perlu repot menghardik ataupun mencerca kita yang mencoba keluar dari “tempurung katak” kita.


Dunia manusia sejak dahulu membuat pola pikir dan membelenggu “ke-openmainded-an”

Cara pandang manusia, memandang manusia lain, ibarat pisau beracun arsenik. Pisau tersebut ditancapkan tepat pada otak tengah kita, dan racunnya menghambat kita berpikiran terbuka, akan segala-hal. Dengan cara membatasi pemikiran orang lain ininah, mencetak manusia yang “polos-polos” yang hanya berjalan sesuai aluran kehidupan, yang sungguh… MEMBOSANKAN ha ha ha…

Kita menjadi berbeda itu wajar

Tidak semua yang "seragam" itu baik

Bunga mekar ditaman pun ada beragam jenis, bentuk, warna, dan rupa, bahkan aroma mereka berbeda satu dengan yang lain. Dan si-penanam bunga tersebut, tidak lantas membakar atau menginjak-injak mereka… bahkan dengan bangga si penanam menunjukkan karya taman yang indah itu kepada istri dan anak-anaknya….

Dari situlah, pikiran kita harus terbuka, bahwa berbeda itu tidaklah buruk, berbeda itu adalah suatu konsistensi alam yang wajar diterima, dan bersifat alamiah. Kita tentu saja harus belajar dari trilyunan-milyar-juta-tak hingga bintang yang ada di semesta kita, dan mereka juga berbeda satu sama lain, berotasi melalui orbital mereka yang bebeda-beda… akan tetapi tetap harmonis dan tertata sesuai konsistensi mereka masing-masing.

Kembali lagi…

Jika takdir tetap menancap pada pikiran kita, maka hidup kita sungguh amat sangat sia-sia.

Karena kita hanya seperti boneka yang digerakkan oleh pemainnya… dan hidup kita hanya bisa bergerak jika dia yang mempermainkan kita menggerakan kita… dan hal itu sungguh amat-sangat menyedihkan…

2012 adalah tahun transformasi pikiran, kesadaran diri manusia akan keberadaannya di tengah semesta. Oleh karenanya, Jhonna dan Alfa berada didunia ini, adalah menjadi saksi mata, kesadaran terbesar. Gelombang kesadaran diri maha besar yang diikuti oleh segenap penyadar-penyadar lain, bahwa hidup itu haruslah untuk disyukuri dan dinikmati. Bukan untuk dibebani.

_______ Salam Keseimbangan Antar Ciptaan










Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------