Monday, October 7, 2013

Pengetahuan Vs Iman



Postingan kali ini, merupakan kelanjutan dari postingan terdahulu, mengenai: Bertuhan di Era Modern. Semakin menggali dan menguji, sehingga menemukan. Mengetuk maka pintu terbuka, meminta maka akan diberi. Demikianlah kita jika kita telah berusaha maka kita akan menemukan.

Saya tidak sabar ingin membagikan apa yang beberapa waktu lalu, saya mendapatkan informasi yang membuat mata ini terbelalak, dan mulut ini menganga dengan dramatisnya. 

Secara kebetulan, saya memang terlahir dari keluarga Kristen yang sangat taat, sejak kecil saya dikenalkan kepada gereja oleh keluarga saya. Meskipun gereja tempat saya menimba ilmu spiritual tentang keimanan, tergolong gereja kecil, namun saya bangga boleh hidup dan diakui keberadaan saya disana. Dari sekolah minggu hingga masuk dalam jemaat dewasa, saya menekuni proses tersebut hingga saat ini. 

Semakin bertambah usia, semakin bertambah level pula jenjang pendidikan saya. Saya termasuk orang yang disiplin dalam pelajaran, dan menyukai beberapa mata pelajaran, terutama yang berkaitan dengan sejarah, bilogi, geografi, astronomi. Dan tidaklah salah ketika SMA, saya dijuruskan dalam kejuruan Ilmu Alam.

Jhonna yang taat akan agama, dan dilain sisi Jhonna yang disiplin akan kajian ilmu. 
Pernah suatu ketika saya bergumul dalam hati, mengapa antara ilmu pengetahuan dan agama, tidak pernah menemukan titik temu, dan memecahkan permasalahan mengenai misteri kehidupan ini secara bersama-sama? Jika hal tersebut dilakukan, niscaya akan mempunyai pengaruh yang teramat baik bagi kehidupan peradaban manusia. Namun yang disayangkan, bahwa, agama justru menjauh daripada ilmu pengetahuan. Begitu pula sebaliknya, ilmu pengetahuan menilai dogma-dogma agama tidaklah otentik dan memiliki bukti-bukti yang relevan dikaji dari kacamata science.

Bertambah usia, sudah sewajarnya jika bertambah dewasa
Bertambah dewasa sudah sepantasnya bertambah bijaksana
itulah yang mendasari diri ini, terus mengkaji, menguji, dan menambah wawasan, agar hidup semakin bijaksana. Di dalam perjalanan kehidupan itulah, biasanya kita menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita. Hal inilah yang melatar belakangi saya, untuk sharing sedikit pengalaman saya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian !!!
Dalam ulasan selanjutnya, 
secara sadar benar, dengan penuh kerendahan hati, saya menuliskan beberapa penggal ayat dan kisah dari keimanan saya. Tidak mengurangi rasa hormat pembaca yang budiman, dan tidak ada tendensi apapun, niat hati saya, hanya ingin membagikan pengalaman mengenai "PENGETAHUAN VS IMAN". Terima kasih ^_^
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tuhan menghendaki kita menjadi berpengetahuan
Ketika sang pencipta menciptakan beragam ciptaanNya, sudah barang tentu KEBAIKAN yang dikehendaki olehNya. Tuhan menghendaki segala sesuatu yang diciptakanNya adalah BAIK adanya, tanpa terkecuali. Kebaikan itulah yang mendasari ciptaanNya, termasuk tumbuh kembang, kemajuan akal, akhlak dan budi pekerti spiritual yang baik.

Manusia, adalah satu-satunya makhluk di planet Bumi, yang memiliki akal dan mampu membentuk budi pekerti yang luhur. Diantara makhluk ciptaan yang lain, manusia lah yang mampu memiliki kepekaan rasa, mempunyai daya cipta guna menghasilkan suatu karya, untuk menunjang kehidupannya. 

Dari mulanya, hingga terkemudian, manusia semakin bertumbuh dan berkembang mejalani rentetan kodrati insani untuk dapat hidup di Planet Tempta Tinggal Manusia, yaitu Bumi. Hal tersebut tidak bisa lepas daripada peran serta pengetahuan. Pengetahuan juga-lah yang memproses peradaban kuno hingga menjadi peradaban modern seperti saat ini. Itu semua karena kehendak Tuhan, untuk KEBAIKAN ciptaanNya, terkhusus manusia.

Pengetahuan merupakan salah satu wujud cinta kasih Tuhan, yang diturunkan kepada manusia melalui beragam pengamatan, penelitian, pembelajaran, dan parktik-praktik yang telah dan sedang dilakukan sejak zaman kuno. Pengetahuan inilah yang membekali manusia mampu bertahan hidup di tengah keganasan lingkungan tempat tinggalnya.

Berbeda dengan hewan, yang terlahir dengan memiliki taring yang tajam, atau cula yang kokoh, juga cakar yang runcing. Hewan dari mulanya memiliki persenjataan lengkap untuk dapat bertahan hidup dalam keganasan alam. Manusia mempertahankan hidupnya hanya dengan akal dan pengetahuan, dengan itulah mereka mampu bertahan hidup dari kerasnya alam. Adalah benar apabila, PENGETAHUAN merupakan kehendak Tuhan, agar manusia tetap dapat bertahan hidup. Tanpa pengetahuan, manusia tidak akan tetap berjaya di planet Bumi ini.

Sudah menjadi sifat dasar manusia, bahwa memperjuangkan hidup dengan mengandalkan akalnya. Sehingga tidak pula menjadi kesalahan, jika akal dan rasional dipakai manusia untuk menguji segala hal yang ditemuinya.

Jangan salahkan Tomas
Tomas adalah salah satu rasul, murid Yesus, diantara kedua belas rasul Tomas adalah murid yang dapat dibilang sangat mengutamakan rasio atau logika. Adalah suatu kisah, yang ditulis oleh Yohanes. Kisah itu menceritakan bahwa Tomas baru akan percaya terhadap kebangkitan Yesus, jika ia berhasil mencucukkan jarinya kedalam bekas lubang paku, bekas penyaliban ditangan Yesus. Tomas sangat tidak dapat mempercayai akan adanya kebangkita orang mati. 

Mengapa Tomas, tidak mau mempercayai hal itu, padahal pada kejadian sebelumnya, Yesus telah lebih dahulu menampakkan diriNya kepada murid-murid lain, kecuali Tomas. Dari kesaksian murid inilah, Tomas mendengar kabar bahwa Yesus telah bangkit dari kematian. Bukannya lekas percaya, namun Tomas mengambil sikap yang berbeda, dia hanya akan percaya jika dia berhasil mencucukan jarinya, kepada bekas paku di tangan Yesus dan bekas tombak di lambung Yesus.

Sontak saja, murid yang lain menjadi sangat kesal, dan memprotes keras akan tindakan Tomas yang "kurang percaya" tersebut. Namun disisi lain, Tuhan mempunyai rencana yang lain untuk Tomas. Tuhan memberikan apresiasi terhadap iman yang dimiliki Tomas. Bukannya memarahi Tomas karena "kurang percaya", Yesus kembali lagi mendatangi murid-murid yang saat itu sedang berkumpul di dalam rumah salah seorang murid, yang dikunci rapat dari dalam. Murid-murid sedang bersembunyi dari incaran kekaisaran romawi dan ahli-ahli Taurat Yahudi, saat itu. Tiba-tiba ada suara sapaan yang tidak asing lagi bagi mereka semua: "Salam Damai Sejahtera besertamu", mendadak haru dan terkejut, suasana yang hening menjadi hangat, saat Yesus menampakkan diriNya untuk kedua kalinya kepada murid-murid, dan untuk pertama kalinya kepada Tomas.

Yesus memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Tomas, karena iman Tomas itulah, dia mendapatkan yang ia cari. Tomas membuktikan kebangkitan Yesus, dengan mencucukan jarinya pada bekas lubang paku di tangan dan lubang tombak di lambung Yesus.Yesus tidak memarahi Tomas, Yesus tidak menegur Tomas, malahan Yesus memberikan hadiah yang luar biasa yang tidak diterima oleh murid-murid yang lain, yaitu: Memperbolehkan diriNya disentuh oleh jari Tomas.

"Tomas mencucukan jarinya pada bekas tombak di lambung Yesus, membuktikan bahwa Yesus bangkit dari kematian"

Kisah singkat ini, sangat menghantam diriku kala menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Tuhan tidak menginginkan kita "asal percaya", Tuhan tidak menginginkan kita memegahkan diri pada kepercayaan yang tanpa dasar. Yang Tuhan inginkan adalah membuat ciptaanNya menjadi manusia yang cerdas, berintelektual dan memiliki kemampuan berpengetahuan yang mumpuni. Segala sesuatu yang kita yakini, yang kita imani haruslah mempunyai dasar yang kuat, haruslah mempunyai bukti yang otentik, tidak sekedar mitos, ataupun kiasan, ataupun cerita turun-temurun omong kosong nenek-kakek moyang kita. Namun membuktikan apa yang kita imani, adalah suatu kepuasan tersendiri bagi kita. Hal ini justru menambah iman percaya kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya, karena apa? Karena yang kita anggap benar adalah nyata kebenarannya.

Yesus juga berpesan kepada murid-muridNya yang lain, bahwa:
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
(Dikutip dari Injil yang ditulis oleh Yohanes Ps 20 : 29b)
awalnya saya hanya membacanya harafiah, tanpa saya selami maksud yang tersirat di dalamnya. Namun setelah saya memahami kisah iman Tomas ini, saya mulai meyakini maksud Yesus dalam perkatannya tersebut. 
Secara bahasa sederhananya akan berarti demikian: 
"Jika kamu bisa percaya tanpa melihat, tanpa membuktikan, dan tanpa melakukan usaha apapun lantas kamu percaya !?, Ya... Bahagialah kamu."

Yesus adalah guru yang luar biasa, Dia telah mengetahui lebih dahulu apa yang akan kita gumulkan saat ini. Kita hidup di era modern, yang sangat sukar sekali mempercayai sesuatu hal, walaupun kecil dan remeh sekali kelihatannya. Apalagi sesuatu hal yang akan berdampak dan besar sekali pengaruhnya akan kehidupan kita. Nah dari perkataan itulah, saya tersadar, bahwa untuk mengasihi Tuhan, atau mempercayakan hidup ini dalam IMAN maka haruslah pada dasar yang kuat, pada bukti yang tentunya dapat diuji secara objektif. Tuhan adalah yang MAHA KUASA, sudah barang tentu Tuhan tidak takut untuk diuji, untuk diselami,  tidak takut untuk dipelajari, karena Tuhan MAHA PANDAI sehingga menghendaki manusia sebagai ciptaanNya menjadi pandai.

Wujud mengasihi Tuhan, dengan berpengetahuan? Benarkah?
Hidup di Era Modern seperti sekarang ini, sungguh tidak mudah bagi mereka yang dangkal dalam pola berpikirnya. Mereka yang berpengetahuan dangkal dan sempit, akan mudah terprovokasi, tidak mau menerima perbedaan. Mereka akan mudah di adu domba, sedikit tersulut oleh isu-isu SARA makan akan mudah terpancing dan bermunculan aksi-aksi anarkistis.

Agama sebagai salah satu pilar penopang peradaban bangsa ini, sudah seharusnyalah mau membuka diri akan adanya pengetahuan dan arus informasi yang sedang terjadi. Agama jangan hanya menjadi katak dalam tempurung, bersikukuh dengan budaya yang konvensional kemudian  menutup mata dan telinganya dari pengetahuan yang ada. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu beradaptasi atas lingkungan yang kian berkembang, demikian pula agama. Mari menjadi para pemeluk agama-agama yang juga bercendekia, jangan hanya berpikiran sempit dan memiliki suatu paham kebenaran yang subyektif. 

Mungkin saat ini kita lupa, bahwa dari pengetahuanlah dapat terbangun adanya jembatan yang kokoh untuk menghubungkan setiap lini kehidupan manusia dengan serentetan kodrati insani yang harus dipertanggungjawabkan bersama. 

Pengetahuan dan Iman mampu menghasilkan suatu standart kebenaran yang dapat diakui bersama, yang mampu memuaskan banyak orang. Dan kebenaran yang dikeukakan bersifat obyektif dan akan memberikan bukti otentik bagi para pencari kebenaran.


Jika A adalah Iman, dan B adalah Pengetahuan.
A = Iman = Faith
B = Pengetahuan = Science,
Kemudian A digabungkan dengan B, gabungan antara A dan B, akan menghasilkan AUB.
Kesimpulan: Iman dan Pengetahuan digabungkan dalam memecahkan rahasia kehidupan, maka akan menghasilkan KEBENARAN. Kebenaran Mutlak adalah suatu kebenaran yang dapat dipandang dari sisi IMAN dan juga dapat diuji dari sisi PENGETAHUAN.

Seorang teman memberikan quote atau kata-kata bijak dari seorang ilmuwan kondang, Albert Einstein, demikian kutibannya:

"PENGETAHUAN tanpa agama (IMAN) adalah pincang, agama (IMAN) tanpa PENGETAHUAN adalah buta"

Hal ini sangat kita rasakan, bahwa di Era modern seperti saat ini, kita diharuskan tetap ber-IMAN namun juga ber-PENGETAHUAN. Sehingga kebenaran yang kita IMANI merupakan kebenaran yang MUTLAK BENAR.

Einatein juga menuliskan pengalaman spiritualnya, yang dijumpai dalam berbagai penelitian, yang dituangkan dalam kata-kata, demikian:


"Semakin Saya belajar tentang PENGETAHUAN, semakin saya mempercayai TUHAN"
Betapa kita tidak bersyukur, atas anugerah PENGETAHUAN yang Tuhan berikan, segala pengetahuan akan berujung pada Tuhan dan berasal pada Tuhan. Ujung dan Pangkal daripada segenap PENGETAHUAN adalah Tuhan, dapat dikatakan bahwa: TUHAN ADALAH SUMBER DARI PENGETAHUAN. Jabatan bagiNya yang adalah sumber dari pengetahuan adalah SANG MAHA TAHU (Omni Science).

Tuhan membentangkan langit sebagai kanvasNya, Tuhan menorehkan lukisanNya melalui bintang-bintang, galaksi-galaksi, planet-planet. Tuhan memberikan warnaNya melalui tetumbuhan, melalui binatang berkeriapan, melalui peradaban manusia. Segala yang terjadi dalam ALAM SEMESTA ini, adalah Cara Tuhan mewujudkan eksistensi KEBERADAAN-NYA

Bapak sayang tercinta, yang adalah kepala keluarga bagi kami, senantiasa mengingatkan pada saya, satu ayat yang sangat melegakan, demikian:
"Kasihilah Tuhan mu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap AKAL budimu. dan Kasihilah Sesamamu Manusia___(Hukum Kasih)"
Mengasihi Tuhan, melalui keimanan kita dengan segenap AKAL dan BUDI, merupakan cara mengasihi Tuhan yang dikehendaki olehNya. Dengan adanya Akal (PENGETAHUAN) akan membentuk Budi Pekerti yang baik. Budi Pekerti meliputi: Pola Pemikiran, Tutur Kata/ Ucapan, Tingkah laku, dan pembawaan diri. Ketika kita ber-PENGETAHUAN, maka kita akan menjadi bijaksana dalam menyikapi hidup. Hidup menjadi harmonis untuk sesama ciptaan.

Semoga kita dapat menyelaraskan antara PENGETAHUAN dan IMAN, untuk keseimbangan antar ciptaan.

Salam Keseimbangan Antar Ciptaan

No comments:

Post a Comment

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------