Saturday, May 17, 2014

Banyak Jalan Menuju Sorga


Ketika tulisan ini berhasil di posting, pasti akan menimbulkan reaksi, entah itu pro ataupun kontra. Baik pro ataupun kontra, saya tidak sama-sekali mempermasalahkan hak para pembaca sekalian, karena itulah arti kemerdekaan. Saat saya menulis ini, saya sama sekali tidak menginginkan adanya orang yang menyetujui, atau membenarkan pemikiran saya. Ini hanyalah ekspresi saya, melihat keadaan Indonesia yang majemuk. Terlebih akan saya soroti dalam kajian agama.

Tak ada satupun manusia beragama yang tidak mengenal dogma sorga ataupun neraka. Keduanya merupakan tempat yang akan manusia tuju setelah kematian. Seingat saya, itulah yang diajarkan dalam dogma agama. Doktrim sorga dan neraka terasa sangat kental, saat kita mempelajari teks-teks religius dari agama-agama Samawi, atau agama-agama Pewahyuan, diantaranya: Yahudi, Kristen dan Islam. Dalam ketiga agama agung inilah kita dapat bersentuhan langsung dengan konsep pemikiran, tentang sorga dan neraka.

Bagaimana dalam agama-agama lain?, apakah juga mengajarkan tentang sorga dan neraka? Ya tentu saja, namun dengan konteks, deskripsi yang berbeda. Seperti misalnya, ada suatu keyakinan tentang fase dimana manusia bersatu dengan Sang Khalik, yang dinamakan moksha, yang berarti kebahagiaan abadi. Moksa adalah akhir dari serentetan panjang siklus hidup-mati ciptaan. Namun pada tulisan kali ini, kita fokus pada agama-agama samawi lebih dahulu yang mengusung konsep sorga dan neraka sebagai tempat.

Setiap sistem kepercayaan, mempercayai adanya tempat yang kekal setelah kematian, yang dinamakan sorga dan neraka, tentunya dalam berbagai kisah, berbagai adat dan budaya.
Kepercayaan lokal setempat sangat mempengaruhi dokma atau ajaran agamanya, sehingga adanya perbedaan konsep antar satu budaya dengan budaya lainnya, mengenai sorga dan neraka.

Apakah sorga? Dan apakah neraka?
Sorga adalah tempat, yang mana setiap makhluk yang hidupnya baik di alam dunia, akan mendapatkan pahala dan kelimpahan berkat untuk dapat merasakan tinggal di dalam alam sorga. Sedangkan, kebalikannya, neraka adalah tempat penyiksaan, tempat hukuman bagi makhluk yang selama hidupnya di dunia, memperlakukan hidupnya dengan seenak jidatnya sendiri. Tanpa mematuhi perintah Tuhan. Tuhan menyediakan tempat bagi manusia yang keji, yaitu neraka yang panas membara. Hukuman kekal bagi makhluk yang berdosa.

Masyarakat agamawan, masih memegang kukuh kepercayaan ataupun ajaran agama tersebut. Dan berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah, agar kelak mereka mendapatkan tempat sorga, disisi Tuhan. Hal ini tidaklah salah, hal ini sangatlah bagus, apalagi jika diimbangi dengan sikap moral yang baik dalam berkehidupan. Namun sungguh disayangkan, pemaknaan akan pahala dan laknat ini, semakin lama semakin menyimpang, dan bahkan menggerus nurani antar manusia. Adanya tarik menarik jemaat, adanya pemuridan, adanya tindakan perekrutan besar-besaran yang dilakukan oleh oknum agamawan, dengan dalih "penyelamatan umat manusia dari hukuman dosa". Hal tersebut tentu saja tidak baik.

Sikap moral, biarlah tumbuh tanpa tekanan, dan tanpa paksaan. Biarlah moral bertumbuh secara alamiah, secara merdeka, tanpa intervensi dari siapapun. Jika manusia tumbuh-berkembang dengan ketakutan, dan bayang-bayang ancaman, maka karakter yang akan timbul adalah jiwa yang selalu cemas, gelisah, dan merasa was-was dalam menjalani hidup.

Lain halnya jika sikap moral muncul oleh karena kesadaran, maka insan akan menjalani hidupnya dengan penuh ungkapan syukur, dan memenuhi panggilan kemanusiaannya dengan baik, dalam kemerdekaan dan berkebebasan penuh. Jelaslah beda hasil dari keduanya, Insan yang tumbuh dengan paksaan tidak akan tahan uji, lain halnya dengan yang tumbuh dari kesadaran, dia akan tumbuh dengan kokoh berakar kebenaran dalam iman dan kebenaran.

Kembali lagi dalam topik.
Sorga dan neraka ibarat dongeng sebelum tidur bagi anak-anak. Ketika kita dewasa, maka kita bukan lagi anak. Pikiran kita akan lebih dewasa, lebih bijaksana dan arif, lebih berpengetahuan, dan tidak sempit dalam berwawasan. Sehingga pemaknaan tentang sorga dan neraka menjadi lebih luas, dan tidak hanya berkutat pada pahala atau hukuman setelah kematian. Doktrim sorga dan neraka membuat kita menjadi pribadi yang lebih matang, dan memperlakukan hidup menjadi lebih baik.

Itulah tujuan diciptakannya doktrin sorga dan neraka, iya saya bilang doktrin atau ajaran suatu agama. Namun menjadi nampak bengis dan kejam ketika doktrin tersebut ditumpangi oleh kepentingan personal, atau
kelompok. Ketika politik sudah masuk kedalam ranah keagamaan, maka kita sudah tidak lagi mampu bertindak bijaksana.

Saatnya kita memilih sorga, atau pilih neraka.
Ketika pertanyaan demikian diajukan kepada kita, maka jawaban kita pasti akan mengatakan "memilih sorga". Iya pasti, namun apakah kita sadar, bahwa sorga atapun neraka sudah berlangsung atau terjadi semenjak kita dilahirkan ke dunia. Kita mau memilih sorga atau neraka,itu tergantung kepada kita.
Sorga ataupun neraka, tidak lagi menunggu kelak ketika kita mati, sekarang kita telah hidup di dalam sorga, atau di dalam neraka. Tergantung pilihan kita!

Sorga dan neraka bukan untuk ditunggu, melainkan diupayakan!
Jika kita hendak merasakan sorga, maka wujudkanlah itu, sekarang!!!

Jika kita ingin merasakan penderitaan neraka, maka lakukanlah hal
buruk. Niscaya neraka sebentar lagi akan menghampiri kita.

Agama banyak berisi kalimat-kalimat perumpamaan, oleh sebab pada zaman mitologi dahulu, cara inilah yang coco untuk dapat diterapkan, dan untuk dapat menciptakan sistem moral dengan baik.

Jika kita menginginkan neraka, maka itu sangat mudah! Saat kita pelajar, hiduplah secara sembrono, seringlah bolos sekolah, gemarlah bergaul dengan orang-orang yang tidak terpelajar, libatkan dirimu dalam pergaulan yang bebas. Dan rasakan sensasi neraka yang akan kalian temui saat tua nanti, dimana mencari pekerjaan susah, begitu beratnya dipercayai oleh lingkungan, ingin hidup menjadi orang benar selalu dicurigai, dan banyak lagi hal-hal yang saya sebut neraka dunia.

Namun, sungguh sulit jika kita hendak merasakan dibumi seperti di sorga. Meskipun sulit, namun bukan berarti tidak bisa. Hanya perlu komitmen pada diri, dan keihklasan. Hiduplah sebagai insan yang mulia, menjalin koneksi dengan baik, kejarlah cita-cita dengan giat dan jangan putus asa. Jika gagal coba
lagi, Jika gagal lagi, coba lagi namun gagal lagi, coba lagi sampai bisa.  Sekian kali mencoba dan gagal, makan sekian kali akan berhasil. Sorga adalah kristalisasi keringat dari upaya insani dalam memenuhi
panggilan kemanusiaannya (membina diri).

Jika upaya membina diri kita berhasil, maka nikmat sorga akan ada senantiasa dalam hidup kita. Keluarga yang rukun dan harmonis itulah sorga, pekerjaan yang mapan itulah sorga, suami atau istri yang saleh itulah sorga.

Kesehatan yang tetap terjaga sampai akhir hayat, itulah sorga. Kedamaian memiliki anak yang penurut kepada orang tuanya, itulah sorga. Prestasi membanggakan yang dikenang sepanjang hayat, itulah sorga.

Jadikanlah di bumi seperti di sorga. Upayakanlah hal tersebut, tidak hanya dengan iman namun juga dengan perbuatan. Sorga tidak menunggu kita, namun kitalah yang akan menciptakan sorga di dunia.

Sorga adalah hak untuk setiap ciptaan, tanpa terkecuali!!!
Sorga untuk umat beragama ataupun agnostik
Sorga adalah untuk umat berTuhan ataupun umat atheis
Sorga adalah untuk umat beriman ataupun untuk umat skeptis.
Sorga adalah untuk umat religius saleh, ataupun cendekia scientis.
Sorga adalam milik semua makhluk. Ciptakanlah itu, dan hiduplah
berkasih-kahian kepada semua orang, tanpa terkecuali, karena itulah
wujud sorga, itulah nikmat sorgawi.

Kristen harap baca !!!
Sorga tidak lah khusus diciptakan untuk orang Kristen, pemikiran
tersebut terlampau picik dan sempit. Sorga juga diperbolehkan untuk diupayakan terwujud oleh umat lain.

Bahkan tidak banyak kristen yang tau ini:
"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidakada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."(Injil yang ditulis oleh Yohanes 14:6).

Kita hanya membaca, tanpa memaknai. Dan kita hanya harafiah dalam
mentapsirkannya. Tulisan itu ditulis oleh orang yang mengaku dirinya Yohanes, dan menuliskan biografi dari Teladan Yesus. Dan kalimat itulah yang menjadi andalan Kristen dalam agenda kristenisasi!! Maaf saya terlampau berterus terang.

Banyak diantara kita orang Kristen yang terlalu eksklusif, dengan mengagul-agulkan ayat tersebut, sebagai pilar "kristenisasi". Penapsiran yang salah membuat kita buta, dan orang buta tidak dapat menuntun orang buta yang lain.

Umumnya, kita sebagai Kristen akan menapsirkan bahwa: Tidak ada jalan ke sorga, kecuali melalui Yesus (atau menjadi pemeluk agama Kristen). Dan sayang seribu sayang, sepertinya penapsiran seperi ini, sungguh kurang bijaksana.

Dan tanpa mengurangi rasa hormat, jika itu yang kita percaya selama ini, maka piciklah akal pikiran kita. Tidak hanya di dalam kekristenan, keselamatan itu diberikan!!! Setiap sistem kepercayaan di dunia, baik yang sekarang , yang lalu, yang sudah punah, ataupun yang akan datang, pasti mempunyai kebaikan dan kebenaran.

Dalam ayat yang ditulis oleh Yohanes tersebut, Yesus menyatakan
dirinya sebagai jalan, keselamatan dan hidup.

Saya pikir, Yohanes cukup jeli dalam menuliskan konsep keselamatan. Dia mengumpamakan Yesus sebagai Jalan. Jalan yang dijalani menuju kebenaran, dan ketika kita telah berjalan menjalani jalan yang benar itu, maka kita akan beroleh keselamatan.

Kita sudah tau ada sebuah jalan dari Blora menuju Jogjakarta, 
Jalan tersebut benar-benar menuju Jogja,
Jalan tersebut benar-benar aman, dan dapat menuju Jogja dengan selamat,
namun kita hanya tau, hanya mengimani kalau jalan tersebut akan menuju Jogja dengan benar dan selamat. Tapi kita tidak pernah sama sekali melaluinya, apakah bisa kita sampai Jogja!? Mustahil !!! itu namanya mimpi disiang bolong!!!

Bapa melambangkan kasih,
Bapa melambangkan kedamian,
Bapa melambangkan naungan pemeliharaan kehidupan.

Kita hanya mengimani ada jalan menuju Bapa, tanpa pernah melaluinya, pernahkah kita sampai kepada kasih?kepada kedamian, kepada hidup yang sejati? Tidak!!!

Namun terlalu banyak yang jumawa, oleh sebab label kristen, percaya Yesus, dan stop!!! Tanpa action.
No action Faith Only....


Ada banyak jalan, semakin lancar berkendaranya.
Kisah-kisah didalam injil, bukan hanya untuk diimani. Namun juga harus 
diteladani.
Jika kita hendak merasakan sorga, maka ciptakanlah dari sekarang.
Ciptakanlah, jalanilah, upayakanlah dan rasakanlah.

Bukankah semakin banyak jalan, maka semakin menurunkan kemacetan?
Bukankah ada banyak jalan membuat kita bisa memilih kenyamanan?
Bukankah dengan adanya banyak jalan, semakin kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan?
Meskipun demikian, pilihlah satu, yang paling dirasa nyaman, jalanilah, laluilah, dan rasakanlah.

Sorga adalah milik setiap orang, maka marilah kita semua berlomba-lomba dalam mengupayakan nikmat sorga, bagi hidup kita, bagi anak-anak kita, bagi penerus bangsa Indonesia. Dan bagi setiap kehidupan di dunia ini. Dengarkanlah panggilan insani kita. Dan marilah kita senantiasa berlaku baik dimanapun dan kapanpun. serta kepada siapapun.

---Salam Keseimbangan Antar Ciptaan

No comments:

Post a Comment

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------