Tuesday, February 19, 2013

Ayo Ke Mahameru Blora


Siang itu cuaca mendung merundung Kota Blora dari sejak pagi hari. Aku baru sedikit pulih dari sakit Thypus yang kuderita selama tiga hari badrest di rumah.  Kupikir bosan juga berada di rumah, dan semua film yang diberikan Erik, sudah aku lahab habis selama tiga hari. Akupun memutuskan untuk pergi keluar rumah, untuk berkunjung ke Museum Mahameru di Pusat Kota Blora. Tak lupa aku ajak sobat ku, Erik, untuk pergi kesana, kebetulan kami berdua sedang tidak ada kerja siang itu.

Setelah membuat janji dengan Mbak Hesti (salah seorang pengelola Museum), kamipun berangkat, mengunjungi museum dengan rasa penasaran berkecamuk. Dan, akhirnya, tibalah kami di Museum Mahameru, yang berlokasi di area Taman Rekreasi Kolam Renang Tirtonadi.

Diluar dugaanku, Museum Mahameru menyuguhkan warna baru, memberikan nuansa prasejarah, dan  juga sejarah ditengah kemodernan jaman yang semakin menggerogoti jati diri bangsa.



Untunglah di siang itu mbak Hesti (Dia biasa dipanggil demikian), dapat meluangkan waktu bagi kami untuk menemani kami berkeliling, melihat koleksi di Museum Mahameru. Museum Mahameru terbagi dalam dua lantai, lantai atas berisikan aneka jenis fosil, dan sisa-sisa kehidupan biota purba. Ada pula arca-arca, keramik-keramik dari dinasti lampau, dan kesemuanya itu diperoleh (temuan) dari daerah di kabupaten Blora. Sedangkan di lantai bawah (basement), terdapat koleksi lukisan-lukisan, gerabah-gerabah kuno, hasil seni kuno, dan beberapa koleksi zaman kolonial belanda, beserta foto-foto zaman kolonial belanda. Koleksi-koleksi tersebut didatangkan dari hasil temuan para penambang pasir lokal blora, dan ada beberapa yang diperoleh dari masyarakat Blora yang mau menyumbangkan ataupun menitipkan koleksinya pada Museum Mahameru.

Aku pikir, Museum ini sudah cukup baik untuk dijadikan bahan studi bagi generasi penerus, namun tidak menutup kemungkinan adanya temuan-temuan lain yang berdatangan agar semakin beraneka ragam koleksi benda-benda museumnya.

Pernah suatu ketika, terdapat temuan sebuah kerangka Gajah Purba (Mamooth) utuh dari Blora yang kemudian disimpan pada Museum Nasional Bandung, yang dijadikan Aset Nasional.

Sambil kami berkeliling melihat-lihat koleksi di Museum, sesekali kami bertanya kepada mbak Hesti. Kami penasaran mengapa di Kabupaten Blora banyak sekali ditemukan benda-benda pra maupun sejarah?, mbak Hesti memaparkan dengan baik, bahwa kebanyakan benda-benda tersebut ditemukan di tepian sungai oleh para penambang pasir, dan mungkin dikarenakan hewan-hewan purba kebanyakan hidup di daerah aliran sungai, agar mudah mencari air. Mengenai benda-benda seperti keramik, perhiasan, kemungkinan terjadi suatu bencana yang dahsyat, seperti banjir, peperangan mungkin, dimana benda-benda tersebut hanyut kedalam sungai dan kemudian ditemukan di daerah Blora.

Mengenai arca-arca yang ada itu semua 100% berasal dari Blora, konon ceritanya Blora merupakan pusat kebudayaan, diistilahkan asal muasal adanya manusia berbudaya. Dan mungkin saja arca-arca tersebut digunakan sebagai sarana ritual keagamaan masyarakat Blora kuno. Mbak Hesti menambahkan, mungkin dahulu kala di Blora ini juga terdapat candi-candi dan kerajaan kuno, namun sampai saat ini belum ada temuan yang berarti, yang menguatkan hipotesa tersebut. Hanya saja cuman rumor ataupun desas desus dari masyarakat ada yang mengatakan adanya "Kraton" (Kerajaan) yang dikenal sebagai Jipang Panolan. Namun kita harus berpikir rasional untuk mengungkap itu semua. Dan jangan bertindak gegabah.

Kami turun menyusuri tangga ke arah basement, dan memang suasana menjadi lebih gelap dan lembab, tapi tidak ada sama sekali kesan ghaib ataupun mistis. Disudut ruangan terdapat ruang kerja bagi Mas Yuyun dan Mas Anang, tempat mereka memposting dan membuat kabar-kabar terbaru demi publikasi Museum. Di sudut yang lain terdapat kursi panjang dan merupakan tempat yang asik bagi kami untuk mengobrol santai. Disanalah kami menimba banyak sekali ilmu, dan mbak Hesti memberikan banyak sekali pembelajaran untuk kami.

Aku merasa malu, sebagai warga Blora, baru pertama kali ini menginjakkan kaki di Museum Mahameru padahal sejak 1999 Museum ini sudah ada, meskipun tempatnya masih di depan POM Bensin Karangjati. Dahulu aku berpikir, yang namanya Museum Mahameru adalah Museum yang menyimpan benda-benda keramat semacam keris, tombak, gamelan dan unsur kleniknya sangat tinggi, pemikiran inilah yang dimiliki oleh mayoritas warga masyarakat Blora. Namun setelah saya berkinjung secara pribadi, saya menjadi malu dengan pimikiran saya sendiri. Bahwa Museum Mahameru sangatlah cocok bagi kita yang sedang mencari jati diri. Mencari arti hidup, yaitu untuk meneruskan tongkat estafet sejarah bagi generasi kedepannya nanti, dan agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali, dan nilai-nilai yang baik dari sejarah masa lalu dapat digunakan kembali untuk membangun masa depan.

Bagi kalian yang penasaran dengan Katastropic purba (Teori Kehancuran Bumi Purba), boleh datang dan menimba ilmu di Mamaheru, kalian akan bertemu dengan pengelola museum yang ramah, yang baik hati, dan tidak pelit ilmu yang selalu mereka bagi untuk kita semua.


Inilah beberapa Koleksi Museum Mahameru:

Beberapa Arca Batu




Arca Perunggu

Benda-benda peninggalan zaman Kolonial Belanda



 Kompor atau tempat pedupaan dari zaman kuno

Dan Fosil-fosil Purba




Lukisan Tua



Haii warga Blora, kita patut berbangga oleh karena Kota Kita tercinta mempunyai kearifan lokal yang sarat akan nilai budaya, sejarah dan filosofis. Oleh karena itu sebagi generasi muda, janganlah kita meninggalkan sejarah, oleh karena sejarah merupakan titik tolakan kita untuk melangkah ke masa depan.

Kunjungilah Museum Mahameru, dan rasakan perjalanan menembus waktu yang tak terlupakan.


Catatan:
Hidup itu untuk mencari ketenangan hati
Belajar dari sesuatu yang Rasional bukan dihantui oleh segala sesuatu yang irasional
(Titipan Dari Mbak Hesti)










No comments:

Post a Comment

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------