Sunday, April 28, 2013

Kekekalan Tidak Pernah Diciptakan


Tuhan yang menciptakan siapa?




Haii guys,,,
malam ini rasa-rasanya Insomnia aku  kumat, sudah beberapa kali merubah posisi bantal, mengubah posisi tidur, sampai membuat susu agar aku  bisa lekas tidur. Namun semua itu sia-sia belaka... aku kepikiran salah satu kejadian saat mengajar Sunday School...

Nah... daripada pusing mikirin gag bisa tidur, mendingan aku  share saja sedikit pengalaman yang yahh... mudah-mudahan sedikit bermanfaat untuk kita semua.

Langsung saja, kita menuju ke TKP !!!

Pernah suatu ketika, aku  mendapatkan jadwal untuk menjadi "guru pengganti" dalam aktifitas Sunday School dan memang begitulah adanya, guru tanpa tanda jasa beneran ini!!! soalnya tak berbayar, alias bener-bener pelayanan. Dan pada kesempatan yang menurutku indah itu, sengaja aku  ambil tema aktifitas belajar yaitu: "Hari Penciptaan". Anak-anak sangat riuh sekali pada awalnya, mereka asik bermain sendiri, sesekali ada yang berlarian kesana-kemari, melakukan hal-hal usil mengganggu temannya. Dan, karena waktu sudah menunjukkan jam 07.00 tepat, mau gag mau, siap gag siap kegiatan Sunday School harus aku  mulai.

Ternyata diluar dugaan, kondisi yang awalnya sangat riuh, berangsur membaik. Anak-anak mulai duduk dengan rapi saat aku  mulai berdiri di depan kelas, dan memulai kegiatan. Rasanya sungguh sangat luar biasa, "Thanks God !!!" gumamku, bersyukur atas kondisi yang sangat membantuku kala itu.

Aktifitas berjalan seperti biasa, kubuka dengan bernyanyi. Anak-anak ada yang malu-malu, ada yang masih terlihat ngantuk, adapula yang sangat antusias, mengikuti setiap gerakan yang aku  ajarkan dalam lagu-lagu riang.

Tiba saatnya aku  harus membagikan renungan...
hal yang paling aku  khawatirkan, soalnya takut jika saja anak-anak tidak tertarik dengan apa yang aku bawakan. Tapi itu semua haru aku kikis, but show must go on!!!. Aku keluarkan beberapa potongan kertas warna-warni, ada yang berbentuk matahari, bulan, bintang-bintang, tumbuhan, burung, ikan, dan bumi, itu semua aku persiapkan malam hari sebelum kegiatan berlangsung.
Mulai terlihat ekspresi penuh tanya anak-anak di kelas itu, ada anak yang sangat ingin tahu, yang kebetulan duduk di dekatku kala itu, dan mengambil salah satu kertas berwarna kuning, yang berpola matahari... sambil bertanya: "Kak... ini matahari kan.." dan aku tersenyum serta mengangguk, "iya benar sekali" kemudian waktu dapat aku  kuasai dengan baik.

Memang tak mudah mengkisahkan suatu kisah penciptaan kepada anak-anak usia kecil, oleh karena keterbatasan daya tangkap mereka, dan cara mereka mencerna kata-kata, kemudian mengelolanya dalam pikiran kecil mereka. Sehingga diperlukan suatu usaha yang sangat extra untuk dapat menyampaikan maksud dan tujuan renungan tersebut. Lebih repotnya lagi, kalo mereka menanyakan pertanyaan yang sulit, sehingga perlulah kita memiliki bekal yang cukup, untuk dapat menjawab dan memberikan pernyataan yang tepat kepada mereka. Waluaupun kebanyakan daripada pertanyaan-pertanyaan tersebut, cenderung hanya spontanitas terbersit dalam pikiran anak-anak, namun kita juga tidak boleh salah dalam menjawab. Karena di usia seperti itu, anak-anak akan meresapi dan sangat mengingat apa yang pernah diberitahukan kepada mereka.

Tapi yang membuat aku keheranan, anak-anak zaman sekarang memang lebih canggih, dan kritis dalam pola pikirnya, sehingga pertanyaan merekapun sangat kritis.

Adalah salah satu siswa didik di Sunday School kala itu, sewaktu aku menyampaikan tentang hari-hari penciptaan, dia sibuk dengan crayon dan buku gambarnya. Dia corat-coret, dan menggambar apa yang aku ceritakan. Bukunya penuh dengan warna, dia menggambar matahari, bintang-bintang, tumbuhan, hewan-hewan, persis seperti apa yang aku sampaikan. Kemudian, aku melihat dia berhenti sejenak, seakan kebingungan. Dia menyentuh pelipis kepalanya dengan jari yang masih memegang crayon berwarna hijau, sehabis menggambar pohon.

Anak tadi mengacungkan jarinya, berharap ada waktu bagi dia untuk bertanya. Aku sangat kaget, karena ada yang memotong pembicaraanku dengan kalimat sederhana: "Kak tanya.. kak tanya...!!"

aku iyakan pintanya, dan semua pasang mata anak-anak dan saya, tertuju padanya. Dia langsung melanjutkan dengan bertanya: " Heemmm... kata kakak, Tuhan menciptakan terang, terus cakrawala, terus tanah dan air, tumbuhan, matahari, bintang, hewan dan manusia...." dia berhenti sejenak untuk berpikir; dan aku menjawabnya: "Iya benar sekali, Tuhan menciptakan segalanya..."

si anak itu kembali melanjutkan pertanyaannya: "Terus kak... siapa yang menciptakan Tuhan?"

**** JEEEEEGGGLLLERRRRRR !!!!! *** (sound-effect: Halilintar di pagi bolong)

Aku sangat kikuk, sangat kaget dan perasaan bercampur aduk sesaat setelah mendengar pertanyaan anak yang kira-kira berumur 7-8 tahun itu. Namun aku harus menyampaikan jawaban yang baik, mengingat pentingnya ucapanku saat itu, oleh karena didengar banyak telinga.

"Begini ya adik-adik yang manis... Tuhan adalah Sang Pencipta, Dia adalah Maha-segala-galanya, Maha Kuasa, Maha Bisa, Maha Pencipta, dan Maha dari segala yang Maha, sehingga Tuhan itu tidak ada tandingannya, oleh karena itu Tuhan tidak diciptakan, karena Tuhan adalah Sang Pencipta itu sendiri.... " dengan nada yang lembut, agak sedikit diberi penekanan, dan suasana berubah menjadi sangat hening seketika itu juga... dan si anak tadi kembali menggambar pohon setelah berkata: "Okey kak... " 

Fiyuhhhh.....!!! aku menghela nafas yang panjang... dan masih terheran-heran sampai saat ini, dengan perkembangan anak-anak di era modern. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan masa aku kanak-kanak dahulu. Masa itu aku hanya taat (manut) yang diajarkan oleh Kakak Guru Sunday School.

Nah... sobat... 
itu tadi sedikit kisah yang pernah aku alami, Entah mengapa dunia ini semakin pesat berkembang.
Arus informasi berjalan dengan sangat cepat, media elektronik tak henti-hentinya memberikan kepada pemirsanya arus informasi dan juga pengetahuan.. sehingga generasi sekarang adalah generasi yang kritis dalam berpikir. Generasi anak-anak sekarang tidak hanya disuguhi oleh tontonan kartun atau animasi sewajarnya pada umur mereka. Tontonan yang notabene berlaberl "Tontonan Anak"pun kini terlihat sangat berat sekali, dengan suguhan cerita yang lebih cocok dilihat oleh prang dewasa, yang membutuhkan pemikiran dan alur logika yang komples. Sehingga dapat disimpulkan anak-anak era modern, mempunyai kedewasaan alur berpikir yang lebih cepat dibandingkan anak-anak di zamanku dulu.

Namun sungguh disayangkan, akan hal tersebut.
Ibarat pisau bermata dua, pengetahuan selain membawa efek positif dia juga membawa dampak negatif bagi kita. Banyak terlahir kaum Skeptis akan Norma-Norma Agama dan Kepercayaan. Banyak diantara mereka yang meragukan kebenaran akan firman dan ayat-ayat suci yang terkandung di dalam agama. Mereka beranggapan bahwa mereka akan percaya bila melihat dengan mata mereka sendiri. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebetulnya sangat menjerat mereka kedalam pusaran "ketidak mampuan berpikir", keterbatasan daya pikir dan pola logika.

Permasalahannya adalah:
"Siapa yang menciptakan Tuhan?" hanyalah segelintir pertanyaan yang dapat menjerat hidup kita kedalam suatu kebimbangan hidup. Dan masih banyak lagi, pertanyaan yang dilontarkan oleh kaum skeptis agama, yang bertujuan untuk meruntuhkan dokma suci dan kemudian menggantikannya dengan pemikiran yang mereka pikir lebih "rasional".

Mereka yang seharusnya menggunakan pemikiran pengetahuan mereka untuk mendukung dokma agama, yaitu orang-orang yang dikategorikan pandai, bahkan jenius yang menyandang profesi sebagai ilmuwan, malahan mereka sendirilah yang berpikiran skeptis akan norma keagamaan dan keimanan, oleh karena cara pandang mereka sangat berbeda dengan cara pandang ahli-ahli kitab dan para pemuka agama.

Ilmu Pengetahuan berdasar pada apa yang dilihat, dianalisis, menjadi suatu kajian dan dibukukan dalam suatu keabsahan teoritis. Berbeda dengan keagamaan yang menitik beratkan pada sebuah nilai kepercayaan. Keimanan memberikan kenyamanan kepada para penyandangnya untuk mempercayai sesuatu, mengharapkan sesuatu, tanpa pernah mendapatkan suatu bukti-bukti yang otentik yang sah dan yang sangat bisa dicerna dengan akal dan juga logika manusia. Agama sudah tidak relavan lagi, agama sudah ketinggalan zaman tidak dapat memberikan kebutuhan "pengetahuan" di era modern seperti saat ini. Disinilah perbedaan kacamata yang digunakan untuk melihat, antara Ilmuwan dan Agamawan.



Siapa yang menciptakan Tuhan...
Ilmuwan mempunyai suatu prespektif bahwa, Alam semesta ini terbentuk secara kebetulan bermula pada ledakan super dahsyat BIG BANG, dan betul-betul terbentuk secara alamiah dan kontinyu, tanpa campur tangan suatu apapun. Hanyalah energi yang menciptakan, memproses dan merombak. Prosesan alamiah ini membuat keadaannya tetap stabil dengan hukum-hukum alamiah yang tetap stabil. Tidak ada Tuhan di dalamnya, sama sekali. 


Teori asal mula materi di alam semesta
dari keadaan kosong menjadi adanya materi dan anti-materi
yang dikenal dengan istilah Teori Singularitas (Perubahan Keadaan)
yang kemudian diawal dengan adanya ledakan Maha Dasyat dalam skala keppler, yaitu BING BANG


Namun hal itu berbeda dengan pola pikir saya, yang memang terlahir dalam keluarga yang taat dalam keimanan kepada Tuhan. Saya lebih sangat nyaman, jika mempercayai adanya campur tangan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Bisa, dan Yang Maha Segalanya untuk menjadikan segala sesuatu realita kehidupan sampai dengan saat ini. Dan kenyamanan itu menyertai pemikiranku yang sudah terlanjur nyaman dengan pemikiran tersebut. Entah mengapa, saya merasa enjoy dan merasa tenang, disaat menaruh konsep adanya Tuhan di dalam segala hal kehidupan ini, di dalam setiap saat putaran waktu kehidupan semua makhluk. Perasaan nyaman yang tidak dapat terkatakan. Bagiku adanya konsep Tuhan sebagai Pencipta, membuatku lebih tenang, damai, oleh karena ada sesosok Adi Kodrati yang berkemampuan Maha, yang senantiasa akan menolong ciptaan-Nya. Aku tidak akan kuat, jika harus berpikir dengan sudut pandang para skeptis agama, hidup ku tak akan bertahan tanpa adanya campur tangan kekuatan yang MahaSegalanya.

Lantas... Point kita

Tuhan itu diciptakan atau menciptakan??

Jika anda tidak nyaman dalam keimanan, maka akan jawaban yang akan muncul "DICIPTAKAN"

tapi karena saya merasa nyaman akan pemikiran saya, sehingga saya menjawab "TUHAN ITU MENCIPTAKAN"


Segala sesuatu diciptakan oleh Sang Maha
yang memiliki pengetahuan yang Maha, yang mempunyai kemampuan yang Maha
yang mempunyai daya cipta, karya, dan karsa yang Maha
bisa menciptakan, memelihara dan bahkan memusnahkan dengan Kekahaan-Nya

----------------------------------------------------------------------------------------
PENEKANAN POSTINGAN!!!
Segala bentuk yang berkaitan dengan kekekalan (eternal), yaitu segala yang tidak berusia (forever), sesuatu yang tidak terbatas (infinitif), yang tidak bisa dibatasi , dan segala sesuatu yang bersifat absolut TIDAK pernah berawal dan juga berakhir.

segala bentuk kekekalan, tidak pernah diciptakan ataupun dimusnahakan. Kekekalan merupakan realita yang sesuai dengan sifatnya yang kekal, dan atas fungsi dasarnya yang abadi. Oleh karena tidak berbatas dan berusia, maka selama-lamanya akan tetap berkarya, melakukan aktifitas KEMAHAAN-NYA yang tidak terbatas. Dan segala atribut yang melengkapinya yang juga bersifat kekal, adalah tanpa awal dan akhiran. 

Kita adalah penentu kebijakan di masa depan nanti, dan dari pemikiran kitalah yang menjadi bekal untuk masa depan, untuk anak cucu kita kelak. Agar apa yang saat ini kita junjung sebagai suatu hal yang baik dan mulia, maka kita harus melengkapi diri dengan pengetahuan, bawasannya agama tidaklah monoton kuno. Agar agama tetap up to date dalam segala zaman, maka ada baiknya kita membuka cakrawala pemikiran kita seluas-luasnya.








Saturday, April 27, 2013

Menguak sisi lain Ordo Kerubim


PROLOG
postingan Jhonnastudio kali ini, hanyalah sebuah analisis gila.... tanpa ada maksud apapun, tanpa ada rencana ataupun bermaksud mempengaruhi. Hanya sebatas postingan, berdasarkan pemikiran Jhonna yang sudah lama menggumpal di relung pikiran Jhonna. Dan saya berharap agar para pembaca sekalian tetap berpedoman pada diri sendiri. Anggaplah postingan ini hanyalah suatu tulisan tanpa makna belaka, hanyalah suatu tulisan gila belaka.

Alien: Makhluk Cerdas dari Luar Angkasa




Beberapa postingan lawas memaparkan tentang alien, atau extrateristrial..
namun Jhonna belum menyampaikan kepada para pembaca yang berbahagia dengan kemisteriausan hidup ini...,, dan pada kali ini Jhonna menyampaikan sesuai apa yang Jhonna pikirkan, yang berada jauh di dasar pemikiran Jhonna.

Pro dan kontra akan eksistensi keberadaan makhluk-makhluk cerdas di luar planet bumi, selalu menghiasi khasanah per-alien-an, baik dalam dunia Internasional, ataupun di dalam negeri. Baik yang Pro ataupun yang Kontra, keduanya bersikukuh dan melengkapi diri dengan konsep pemikiran untuk saling menjegal satu dengan yang lain.

tak pelak, para skeptis yang kontra dengan adanya eksistensi Alien ini, mencoba menggunakan banyak sekali dalil-dalil, bahkan ayat-ayat yang diyakini dapat memusnahkan doktrin-doktrin para pendukung Teori Eksisten Alien.

Untuk sekedar merefres kembali, dan memberikan bumbu penyedap, Jhonna Studio akan membeberkan beberapa fakta tentang Alien, cekidot.

Friday, March 8, 2013

Dengarkan aku Jho... kita bukan dari planet bumi


Note: apa yang kalian baca, janganlah mempengaruhi sedikitpun dalam pemikiran kalian... anggaplah torehan tak berarti ini, hanyalah pepesan kosong belaka... tanpa tendensi apapun, dalam Jhonna menyirat dan menyuratkannya,

----------------------------------------------------------------------

Untuk yang tersayang, sahabatku...  El-Yariel.
aku sengaja meng-upload kisah-kisah kita, semua kisah yang pernah kita alami...
sekian waktu lamanya... dan kini... sepertinya usahaku sia-sia untuk menemukan keberadaan dirimu...

Tanpa mengurangi rasa hormat...
dan untuk mengenang keberadaanmu, dalam pikiranku...

kepadamu sahabatku...

----------------------------------------------------------------------

Sejak pristiwa kepergiaanmu yang tanpa pamit itu, aku sungguh sangat bersedih...

Yariel...
Maafkan aku, saat itu terjadi pertengkaran hebat diantara kita...
karena keegoisanku... dirimu terdiam, dan memalingkan wajah dariku, disore hari diteras depan rumahku...

Yariel, bukannya aku tidak mau percaya akan setiap kata-kata darimu..
bukannya aku tidak mau mempercayai gambar-gambar tangan,
yang kau torehkan pada lembar demi lembar kertas putih ini...

dan bukannya aku tidak mau menatap kembali wajahmu,melihat kedalam matamu...
bukan..., bukan itu Yariel...

yang engkau ungkapkan, pada saat itu... terlalu berat untuk anak seumuran aku, yang baru duduk di kelas 3 SMP... Yariel... bukankah dirimu menyadari itu...
aku baru kelas 3 SMP waktu itu...

aku juga tidak tahu dari mana asalmu, dan kemana pergimu sampai saat ini....
dan.... maafkan aku...

apabila aku menganggapmu seorang yang gila...
seseorang yang meracau tidak jelas...
seseorang yang menggambar akan sesuatu yang... yahhh... aku tidak mengetahui itu
dan... engkau seperti seseorang yang membuatku aneh...

pernahkah engkau ingat??
berapa banyak anak yang mengira aku sudah gila, mengira aku sudah tidak waras...
mengira aku mengalami gangguan otak? atau tekanan jiwa...
aku mohon Yariel maafkan aku.... mereka memberikan tekanan, dan merentangkan jarak diantara kita...

karena apa???
Karena... kehadiranmu... tidak diketahui oleh mereka semua, bahkan orang tuaku...
Yariel...
aku juga tidak tahu, mengapa demikian...
padahal aku dapat dengan jelas melihatmu...
dengan jelas bisa memegang tanganmu...
dan merasakan lembutnya rambut pirang panjangmu...

Mengapa mereka semua tidak bisa melihat, betapa cantiknya dirimu, putihnya kulitmu... bagaikan pualam yang memantulkan cahaya rembulan... kilauan rambut pirangmu...
dan baju yang sangat aneh, yang tidak biasa yang engkau kenakan... baju putih nan lembut, seperti sutra yang paling mahal....

dan aku cukup tertekan, dengan keadaan saat itu Yariel, namun engkau tidak menghiraukan itu semua
engkau terus saja berkata-kata, dan meminta diriku mendengarkan perkataanmu...
namun aku tidak mengerti apa yang kamu katakan...

yang aku ingat hanyalah beberapa ucap kata darimu...
yang engkau ulang-ulang..
tata surya, bumi, galaksi, alam semesta, planet asal kita....

planet asal muasal segala ciptaan...

dan aku tidak mengerti semua maksudmu... El-Yariel..
aku tidak mengerti maksudmu....

----------------------------------------------------------------------

Yariel...
kedatanganmu yang tidak terduga...
saat engkau datang kerumahku... dalam keadaan yang tidak terduga...

Satu hal yang sangat aku ingat, pada sore hari di ruang tamu...
dengan nyala lampu cukup terang, dan hujan geremis mengiringi kita di luar rumah.

"Dengarkan aku Jho.... kita bukan dari planet bumi"

Kita... saat itu engkau berkata "Kita??"
bukankah engkau memang bukan makhluk bumi Yariel?

katamu, engkau tinggal di awan-awan, yang membentang dicakrawala?
dan aku teringat..... malam itu, engkau menunjukkan kepadaku.. rasi bintang orion atau kami bilang waluku...
dan dirimu bersikukuh kalau kampung halamanmu adalah pada salah satu planet di tata surya pada konstalasi orion? dan kamu belum bisa kembali pulang...

dan ...
mengaka dirimu berkata "kita"
aku adalah manusia bumi, dilahirkan dari rahim ibuku di bumi...
dan aku sangat berbeda denganmu Yariel...

aku tidak bisa berpindah-pindah dimensi dengan enaknya, sepertimu...

sore itu engkau kembali menggambar, dan membuat suatu peta perjalanan untuk kita pulang ke kampung halaman kita... kita semua makhluk alam semesta ini... perkataanmu waktu itu, sangat mengherankan bagiku...

Engkau berulang-ulang kali berkata...
kalau semua makhluk semesta, berasal dari sebuah planet maha murni, asal muasal segala materi bernyawa...

dan setiap kita menyebutnya dengan bernagai macam bahasa...
"Nirwana, Surga"

dan pada akhirnya kelak... kita semua akan kembali ke sana...
kita semua.... katamu sangat memaksa

Peta perjalanan yang engkau gambar,
sungguh membuatku tidak mengerti...

saat kita harus "berlayar" dari bumi, keluar dari tata surya "Sol", Keluar dari galaksi "Bima Sakti" keluar dari lokal sistem, mayor sistem, dan semua itu membuatku sangat tidak mengerti...

aku sangat tidak mengerti....

dan pertengkaran hebat, terjadi pada kita...
semua yang telah kau gambar... aku sobek, dan aku hamburkan di hadapanmu...
aku pergi meninggalkanmu... di ruang tamu...

dan sejak saat itu... aku tidak pernah menjumpaimu kembali...

El-Yariel....
maafkan aku.... atas perlakuanku saat itu...
harusnya engkau menyadari... bahwa usiaku masih muda...
saat itu aku baru duduk di bangku kelas IX SMA, harusnya kau sadari itu....
dan pertemanan kita selama 3 tahun, harus terpisah dengan kesedihan...


----------------------------------------------------------------------

waktu terus berlalu...
usiaku terus bertambah...
begitu pula pengetahuan yang aku dapat..

namun kenangan-kenangan tentangmu.... tak pernah lekang oleh waktu...

Yariel... saat aku kuliah... tepat di ujung rak perpustakaan, pada rak buku "Spiritualitas"
aku menemukan sebuah buku yang amat tebal...
dengan nama "Urantia"

dan lembar demi lembar buku itu,
mengingatkan aku, tentang segala yang pernah dirimu ucapkan padaku...
iya... segalanya....

saat ini aku merindukan kedatanganmu Yariel...
gadis cantik berambut pirang keemasan....

saat aku merindumu... aku tatap kelangit malam, melihat konstalasi orion-Sang Pemburu


aku percaya, kelak kita akan berjumpa lagi...
karena...
"Kita semua akan pulang ke planet asal kita"






















Tuesday, February 19, 2013

Ayo Ke Mahameru Blora


Siang itu cuaca mendung merundung Kota Blora dari sejak pagi hari. Aku baru sedikit pulih dari sakit Thypus yang kuderita selama tiga hari badrest di rumah.  Kupikir bosan juga berada di rumah, dan semua film yang diberikan Erik, sudah aku lahab habis selama tiga hari. Akupun memutuskan untuk pergi keluar rumah, untuk berkunjung ke Museum Mahameru di Pusat Kota Blora. Tak lupa aku ajak sobat ku, Erik, untuk pergi kesana, kebetulan kami berdua sedang tidak ada kerja siang itu.

Setelah membuat janji dengan Mbak Hesti (salah seorang pengelola Museum), kamipun berangkat, mengunjungi museum dengan rasa penasaran berkecamuk. Dan, akhirnya, tibalah kami di Museum Mahameru, yang berlokasi di area Taman Rekreasi Kolam Renang Tirtonadi.

Diluar dugaanku, Museum Mahameru menyuguhkan warna baru, memberikan nuansa prasejarah, dan  juga sejarah ditengah kemodernan jaman yang semakin menggerogoti jati diri bangsa.

Thursday, February 7, 2013

Avatar - Living things on the planet Pandora


Teman, kalian sudah pernah nonton film Avatar kan?, gimana... lupa ya??
kalo lupa aku ingatkan sedikit. Avatar adalah film Hollywood yang disutradarai oleh James Cameron. Yang mengkisahkan suatu konflik di suatu satelit alami (planetoid), bernama Pandora. Pandora adalah suatu satelit alami daripada planet Polypheus yang layak huni, yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup kompleks, yang mampu menunjang kehidupan yang ada di dalamnya. Tingkat kehidupan di dalam Pandora telah mencapai ke suatu tingkatan "Tribal Stage", atau masuk dalam peradaban kesukuan.

Meskipun Avatar termasuk dalam kategori film science fiction, namun membuat imajinasi pemirsa terbang tinggi, membentuk suatu spekulasi baru, sehingga bermunculan pradugaan sederhana dari masyarakat awam penyuka film Avatar.


Pada kesempatan ini, Jhonna Studio ingin berbagi informasi seputar kehidupan di planet Pandora. Mari kita telusuri bersama-sama.

Pandora
Pandora terlihat melintasi orbitnya, berevolusi
terhadap Polypheus
Pandora adalah salah satu satelit alami (dari ketiga belas lainnya), yang berevolusi terhadap planet Gas Raksasa, yaitu Polyphemus. Ukuran Pandora kurang lebih sama dengan Bumi, namun gravitasi di Pandora lebih ringan dibanding di bumi. Berbeda dengan planet pusat orbitalnya yang tak berkehidupan, Pandora berada pada posisi yang tepat sebagai tempat berkehidupan. Selain berevolusi pada Polyphemus, Pandora ini juga ikut berputar (bersama Polypheus) pada orbit Alpha Centauri A (Pusat Tata Surya orbital Polyphemus)


Wednesday, February 6, 2013

Ilmuwan VS Agamawan



Para ilmuwan dunia berspekulasi, bahwa alam semesta kita, sampai saat ini terus berkembang. Mengembangkan dirinya, memperluas dimensi, dan melakukan pembentukan embrio-embrio baru, bagi kelahiran galaksi-galaksi baru, konstalasi bintang-bintang baru, dan juga segenap benda-benda angkasa yang melengkapinya. Kemungkinan besar, alam semesta juga melahirkan kehidupan-kehidupan baru, sebagai pengelola habitat-habitat baru yang telah terbentuk, dengan sitem yang berkesinambungan.

Namun tak pelak, teori baru kontoversial ini di sanggah oleh para agamawan konservatif yang notabene menganggap diri mereka berdiri di dasar yang kuat dan "paling" benar. Kaum agamawan ini membantah keras pernyataan para ilmuwan tersebut. mereka bersikukuh pada ajaran agama, yang mengatakan bahwa semesta adalah konsisten dan tetap pada posisinya, apa adanya dan tidak ada yang berubah, sesuai ketentuan kalimat-kalimat suci, yang tertuang dalam dokumen-dokumen suci. Paradigma lama ini, membuat agamawan menjadi kaum yang kolot, dan ortodok yang tidak mau menerima kemungkinan-kemungkinan baru.

Mohon Perhatian ^^

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buat Sobat-Jhonna, pembaca setia blog saya:
Terima kasih atas kesetiaannya membaca ataupun membagikan Informasi yang Jhonna sajikan. Alangkah bahagianya, jika Sobat tidak berkeberatan untuk MENCANTUMKAN alamat blog jhonnastudio.blogspot.com, saat sobat meng-copy dan mem-pastenya dan kemudian Sobat MEMBAGIKANNYA pada forum lainnya...

Salam Hangat...
Salam Keseimbangan Antar Ciptaan...
by: JhonnaStudio
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------